Kebiasaan Mengompol Harus Disembuhkan Jangan Dianggap Hal Biasa

by - Oktober 31, 2017

tidur terlalu nyenyak salah satu sebab mengompol pada anak-anak

Kalau usia anak masih batita, tentu kita tidak khawatir dengan kebiasaan bayi yang mengompol. Tinggal dipakaikan diaper, cairan air seni si bayi tidak akan merembes kemana-mana. Aman...emak bisa tidur nyenyak, tidak memikirkan ompol dan bau pesing, cucian juga tidak menggunung. Tapi si bapak memang harus merogoh kocek lebih dalam dan bekerja lebih keras demi kenyamanan di atas.

Yang berstatus emak-emak sejak tahun 90 an sudah dimudahkan dengan popok sekali pakai. Meskipun limbahnya susah diurai dan didaur ulang, pasaran diaper masih tetap laris manis. Menjadi idola para ibu yang memiliki batita. Tidak hanya di kota besar, ibu-ibu yang tinggal di desa juga meggunakan popok sekali pakai. Sudah menjadi kebutuhan, sebutuh kita terhadap barang lainnya.

Tapi bagaimana jika usianya sudah di atas tiga tahun dan seterusnya? Tentu saja ukuran tubuhnya semakin membesar, sangat sulit dipakaikan diaper yang sesuai dengan usia dan berat badan anak.
Dipakaikan diaper untuk lansia kan bisa? Haah...serius? Rasanya sulit, karena anak dipastikan akan menolak mentah-mentah. Terbayang kan betapa tidak nyamannya mereka? Tapi bukan hanya itu, anak-anak sebenarnya juga merasa risih dan malu. Apalagi bila ada acara menginap di rumah saudara, sebisa mungkin mereka akan beralasan macam-macam agar tidak jadi menginap.

Memang banyak yang mengatakan, kebiasaan mengompol akan hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia. Tapi apakah kebiasaan ini dibiarkan begitu saja sesuai anggapan yang terjadi di masyarakat pada umumnya? Menahankan bau pesing dan rasa tidak nyaman selama bertahun-tahun, bisa jadi hingga belasan tahun, bukankah sangat mengganggu?

Air seni, milik anak-anak sekalipun, baunya sangat mengganggu bila tercium. Konon lagi milik seseorang yang sudah punya kebiasaan makan segala jenis makanan, bukan? Masuk ke dalam ruangan dengan aroma pesing yang menebar kemana-mana sangatlah menyebalkan. Bukan hanya terkesan jorok, keadaan rumah memang jadi tidak sehat. Penghuninya juga jadi tidak betah berlama-lama.

Anak yang mengalami kejadian ini tentu merasa malu, dia juga ingin sembuh. Orangtua harus membantu si kecil untuk mengatasi masalah ini.  Cara di bawah ini mungkin bisa membantu:

1.     Mengamati waktu ketika anak mengompol
Biasanya waktunya teratur, tanda-tandanya juga mudah dikenali, kalaupun meleset tidak begitu jauh jaraknya. Jika sudah diketahui jamnya, Anda harus mengajaknya pipis di toilet. Lakukan terus-menerus setiap hari, hingga menjadi kebiasaan bagi si anak.

2.     Jangan memberikan si anak banyak minum ketika menjelang tidur.

3.   Jangan memberinya air dingin (es). Hingga sekarang, air yang berasal dari kulkas (dingin es)  disinyalir dapat menyebabkan anak mengompol.


4.    Tanyakan pada si anak,  mengapa dia sering mengompol?

Ada banyak sekali penyebabnya salah satunya karena anak merasa cemas. Mungkin cemas karena akan memiliki adik, pindah ke rumah baru, dan lain sebagainya. Yakinkan padanya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tunjukkan kasih sayang dan dukungan Anda kepadanya dengan sabar. Jangan mudah menyerah, apalagi karena alasan bosan dan capek.

Jika cara di atas tidak membantu, cobalah bawa si kecil berkonsultasi pada dokter untuk memeriksakan ada tidaknya gangguan hormonal dan kelainan anatomi lainnya. Karena mengompol bisa saja disebabkan oleh faktor berikut ini:

-        Keturunan
Jika salah satu dari Anda memiliki kebiasaan mengompol, 40% anak akan memiliki kebiasaan yang sama. Jika Anda pasangan yang terbiasa mengompol, 70% keturunan Anda juga mengalaminya.

-         Psikologis
Anak mengalam kekhawatiran, ketakutan pada lingkungan dan lain sebagainya.

-       Gangguan pernafasan
      Karena mengalami kelainan di rongga mulutnya, anak jadi memiliki masalah mengompol.

-       Ukuran kandung kemih yang kecil
Jika jumlahnya melebihi kapasitas dan tidak mampu menahan, menyebabkan otot-otot pada kandung kemih tegang yang kemudian menyebabkan buang air kecil berlebih.

-       Tidurnya terlalu nyenyak
Pada anak-anak yang kerap mengompol, rata-rata orangtua memiliki keluhan yang sama, yaitu si anak susah dibangunkan saat tidur.

Lalu bagaimana menghilangkan bau ompol yang sudah terlanjur terpapar? Ternyata benda-benda berikut ini dengan mudah kita temukan dan sangat membantu menghilangkan bau ompol.

1.     Alkohol 70 %
Tuang alkohol secukupnya ke tempat yang terpapar air seni, lalu serap dengan handuk atau kain bersih. Selanjutnya jemur di bawah terik matahari.

2.     Cairan cuka dan soda kue
Tambahkan setengah gelas cairan cuka ke dalam air secukupnya, siramkan pada bagian yang terkena ompol. Serap dengan handuk atau kain bersih, jemur di bawah sinar matahari. Jika masih berbau taburkan soda kue di atas bagian tersebut, diamkan selama 24 jam, kemudian serap dengan alat penghisap debu.

3.     Cairan obat kumur
Perlakuannya sama dengan alkohol 70%

4.     Tepung maizena
Taburkan tepung di atas permukaan yang terkena ompol. Bersihkan dengan kain yang sudah dibasahi air terlebih dahulu. Bau ompol akan menghilang dengan sendirinya.

Bukan hanya pada permukaan kasur, kamar juga akan berbau pesing, keadaan ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Bukalah jendela dan pintu lebar-lebar agar terjadi pergantian udara. Selain itu, sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan akan mencegah pertumbuhan jamur.

Bau pesing juga dapat diminimalkan dengan bubuk kopi. Caranya, taburkan bubuk kopi secukupnya pada kamar yang berbau pesing. Selain itu, bisa juga menggunakan aromaterapi yang tidak berbau menyengat agar aman bagi anak-anak.

jangan menceritakan kebiasaan anak pada orang lain akan membuat anak malu dan sedih

Dari semua uraian di atas, yang perlu menjadi catatan adalah, jangan pernah mengolok-olok kebiasaan anak tersebut. Apalagi bila di depan orang lain. Bukannya sembuh, masalah lain justru akan timbul, yaitu, anak bisa mengalami trauma dan sakit hati.



gambar diambil dari pixabay.com


Tulisan diikutsertakan dalam Collaborative Blog kelompok Dian Sastro dengan trigger kesehatan  Kumpulan Emak Blogger karya Firda Winandini



You May Also Like

12 komentar

  1. Deuh ..udah lama sekali saya gak mencium aroma pesing di rumah hihihi..karena anak-anak sudah besar.
    Tapi memang agak khawatir juga ya, kalau anak sudah besar tapi masih suka mengompol. Dulu, saya biasanya mengajak anak untuk ke mamar mandi sebelum tidur dan ketika dia terbangun di tengah malam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dua kemanakan saya sudah remaja masih ngompol. Sekarang sudah menikah, gak tau masih apa enggak. Ortunya menganggap entah apa sehingga dibiarkan saja..��

      Hapus
  2. Saya baru tahu hal tsb bisa menghilangkan bau ompol. Mungkin bisa digunakan utk menghilangkan bau lainnya juga ya

    BalasHapus
  3. Setuju, Mbak..Terima kasih sudah mengulas ini :)

    Mbak, ponakanku karena kegemukan masih mengompol sampai masuk SD. Akhirnya di cek ada masalah di kandung kemih..Setelah terapi bebrapa waktu akhirnya bisa sembuh. Alhamdulillah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ponakan saya malah sudah SMA masih, sekarang sudah pada menikah, masih atau tidak itu ya? Hahaha....

      Hapus
  4. Aq baru tahu kalau minum es salah 1 yang menyebabkan anak bisa mengompol. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku udah lama dengar sih...��

      Hapus
  5. Sepupuku sudah 7 tahun masih ngompol di kasur kalo malam.
    Dan tentu saja kalau lupa kasih karpet, kasur bau pesing.
    Makasih mba tipsnya mau dicoba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah...kasian ya? Coba diseriusi deh. Jangan seperti kemanakan saya, sudah SMA masih ngompol..��

      Hapus