Benarkah Kalung Amber Bisa Menyembuhkan Ngences pada Bayi?

by - Oktober 11, 2017


                                                                         pixabay.com

Ada mitos yang beredar di masyarakat, sejak dulu, sebelum saya menikah bahkan, bahwa bayi ngences atau ileran itu menandakan si emak semasa ngidam keinginannya tidak dituruti. Anda percaya?

Kalau saya babarblas enggak...

Semasa hamil anak pertama dulu memang enggak kepingin apa-apa, ya mungkin di kepala sudah termindset enggak boleh manja. Satu, suami enggak romantis dalam artian selalu menyugesti bahwa enggak ada hubungannya keinginan ibu dengan ngencesnya bayi. Kata beliau, kalau ingin sesuatu tentu keinginan simboknya, jangan mengada-ada bahwa anak yang punya keinginan. Memangnya ada bayi yang sudah berpengalaman menyukai segala bentuk yang ada di alam dunia? Lah wong dianya saja belum dilahirkan?

Kedua, sebagai pasangan muda yang baru mulai menapaki kehidupan dengan modal pas-pasan itu harus sadar dirilah. Banyak keinginan ini itu tidak baik buat kantong, hiks... *jagoan ngeless 

Bukan tidak penasaran loh saya, penasaran sekali kok. Sempat mikir hingga lelah, saya kok tidak kepingin apa-apa, ya? Apa ada ibu hamil, anak pertama lagi, kan biasanya aleman maksimal tuh, masa iya enggak kepingin makan apa-apa, gitu? Ya seminimal-minimalnya kepingin makan manggalah, standardnya ibu-ibu Indonesia kalau sedang hamil muda, kan? Makanya enggak heran kalau ada pameo, “Dih, makan mangga muda, lagi hamil ya?” * note ya, makan mangga muda = hamil.

Sedikit cerita, sewaktu hamil anak kedua, merasa haus tapi kepinginnya minum es. Saking dahaganya mungkin ya? Hamil 8 bulan kan sedang seru-serunya tuh. Gerah, keringetan terus, apa-apa serba salah. Tapi esnya sengaja saya pilih es kolak dingin. Padahal air dingin di kulkas ada. Rasa haus makin menjadi. Terbayang-bayang manis dan kentalnya kuah kolak dingin, duh...* terang saja, bertahan enggak minum, salah siapa coba?

Maksa ngajak suami beli di kedai yang jual es kolak dingin. Suami tidak mau menuruti, alhasil saya pergi ke kedai sendirian, yang kebetulan jaraknya bisa ditempuh dengan jalan kaki. ‘Mrengkel’ kata orang Jawa.

Padahal susah payah pergi ke sana, es kolak dinginnya habis. Akhirnya pilih jus mangga, dan ternyata bisa hilang kok hausnya. Hilang juga kok keinginan makan es kolak dinginnya. Tapi...tidak lama setelahnya perut saya sakit melilit-lilit, ternyata masuk angin. Kami kira hendak melahirkan, sampai dibawa ke rumah sakit segala. Tapi kata dokter belum waktunya (setelahnya masih 9 hari lagi baru lahiran).

Saya menyesal dan introspeksi diri, ini akibat tidak mematuhi perkataan suami, alias kuwalat. Minta maaf dong saya ke suami, sungkem, penuh drama waktu itu, padahal beliau menganggapnya biasa saja. Mengelus kepala saya sambil cengengesan, kata beliau enggak ada marah atau menyumpahi segala macam. Kalau ini bukan mitos ya, karena tidak mematuhi perintah suami (sebatas hal-hal yang benar) adalah dosa. *catet ya mamah-mamah muda, jangan bandel.

Bagaimana setelah anak lahir, ngenceskah? No, saudara-saudara...big no. Ahamdulillah kedua anak kami tidak ada yang ngences.

                             Tuh, nggak ngences kan? *dah bangkotan kok ngences? wkwkwk...

Biasanya bayi ngences pada saat hendak tumbuh gigi. Ngences itu ditandai dengan keluarnya air liur dari rongga mulut bayi secara terus-menerus. Emak-emak zaman now sangat resah bin gelisah, malu dan sebagainya. Menangkalnya dengan sebuah kalung yang bernama ‘amber’. Kalung ini disinyalir bisa meringankan rasa nyeri pada gusi, dan menghentikan produksi air liur pada mulut bayi. Trendnya yang memopulerkan seorang artis Indonesia yang anaknya kecil-kecil sudah famous di instagram, males sebut nama, gugling, gugling...

Manfaat kalung amber itu mulai diperbincangkan bulan lalu. Artis-artis yang punya anak nggemesin imut-imut itu sudah pada heboh membicarakannya sekaligus mengenakannya pada bayi-bayi mereka. Bentuknya cukup stylist, jadi tidak kentara kalau itu sebenarnya penangkal nces. Maksudnya sih...

Tapi benarkah manfaat amber demikian cesspleng seperti sosialisasinya?


Amber itu apa sih?

Amber berasal dari fosil getah pohon pinus succinifera yang terbentuk 40 juta tahun yang lalu. Fosil itu mengandung asam suksinat, semacam zat yang bisa mengurangi peradangan. Saat bayi mengenakan amber ini, panas tubuhnya akan memicu pelepasan asam suksinat. Kemudian diserap melalui kulit tubuh mereka, sehingga rasa nyeri akan berkurang.
Tapi sebagian klaim ini disangsikan oleh dua guru besar dari dua universitas ternama dari Indonesia berikut ini:

Menurut Armasastra Bahar, guru besar Ilmu Kedokteran Gigi dari fak. kedokteran gigi dari UI
Sejak zaman dahulu amber memang dikenal dapat membantu menyembuhkan luka dan meningkatkan ketahanan tubuh. Akan tetapi kandungan asam suksinatnya akan keluar sesudah dipanaskan pada suhu 180 derajat ceklcius. Sedangkan tubuh manusia hanya 36 derajat celcius, sepanas-panasnya ketika sakit tidak sampai 50 derajat celcius toh? Pun belum ada penelitian yang membuktikan pemakaian amber bisa membantu menghilangkan nyeri pada gusi bayi.

Yang terpenting ketika gigi anak akan tumbuh adalah menjaga kebersihan mulut bayi.  Salah satu caranya adalah dengan tidak membiarkan bayi tertidur dalam keadaan mulut masih digenangi cairan susu yang diminumnya. Susu sangat mudah berubah menjadi asam yang bisa menyebabkan tumbuh kembang bakteri.

Bila bakteri menumpuk pada gusi akan menyebabkan infeksi, lama-kelamaan meradang. Dalam kondisi ini bayi biasanya menggigit segala macam benda. Biasanya bayi akan semakin rewel, semua jadi serba salah. Orangtua hendaknya lebih sabar dan tidak panik.

Menurut Melanie Sadono Djamil, guru besar Ilmu Biomedik fak. Kedokteran Gigi dari Trisakti
Kalaupun kandungan asam suksinat dari amber itu keluar, hal itu belum tentu baik untuk tubuh. Menurut Melanie, asam suksinat itu bahan kimia, kalau dipergunakan terus-menerus akan membahayakan tubuh. Selain itu, pemakaian kalung pada bayi apalagi dalam keadaan tidur, ditakutkan akan menyebabkan leher bayi tercekik.

Menurut Melanie, bayi rewel ketika mulai tumbuh gigi adalah hal yang wajar. Gigi mendesak gusi, rekahannya menyebabkan produksi air liur berlebih. Namanya juga gusinya robek, rasanya tentu sakit, akibatnya bayi urung-uringan. Jika terus menerus mengandalkan amber, jangan-jangan ibu-ibu justru abai terhadap kebersihan mulut bayinya.


Sebenarnya produksi air liur yang sangat banyak itu adalah cara tubuh bayi untuk menyapu bakteri keluar dari rongga mulutnya. Sangat disarankan untuk selalu menjaga kebersihan mulut bayi. Caranya, setelah bayi selesai menyusu bersihkanlah mulutnya dengan kain kasa yang dibasahi dengan air hangat. Cara lain untuk mengurangi rasa nyeri dengan memperbanyak pemberian air susu ibu sebagai penjaga daya tahan tubuh bayi. Jika daya tahan tubuh anak cukup baik luka di gusi akan lebih cepat sembuh.

Jadi faktanya, ngences itu bukan karena semasa hamil keinginan ibu tidak dituruti ya? Bila benar alasan tersebut, requestnya jangan tanggung-tanggung dong, minta yang ngehits-ngehitslah. Masa cuma minta mangga, sate, lontong, gampang amat memenuhinya? (kalau yang ini asli kompor).

Ibu hamil bersikap yang baik, berprasangka yang baik-baik pula, jangan suka marah-marak. Kalau ibu hamil suka marah-marah nanti gampang sakit. Kalau sakit tumbuh kembang janinnya akan terhambat (bukan dokter, cuma senior).

Happy pregnant, ladies...  

                                                                          pixabay.com



 

  





You May Also Like

1 komentar