5 Manfaat dari Meminta Maaf Terlebih Dahulu Abaikanlah Rasa Gengsi

by - Oktober 16, 2017




                                                                    foto dari Pexel

Pernahkah mendengar pameo,”Pria sejati tidak meminta maaf”? Maksudnya bukan mereka tidak merasa bersalah, tapi pria lebih konsen untuk menunjukkan perubahan sikap dan tidak mengulanginya kembali. Mungkinkah itu yang menjadi sebab seorang pria jarang sekali meminta maaf padahal sudah jelas ia melakukan kesalahan? Hal ini biasanya sering terjadi pada hubungan suami istri. Alih-alih mau minta maaf guna mencairkan suasana, tidak jarang justru istri yang mendahului minta maaf. Baidewei...wanita sesekali ingin loh melihat pasangannya dengan manis memohon untuk dimaafkan.

Tapi tidak seluruh pria bersikap demikian loh ya. Bagaimanapun suatu kali, seorang pria bertekuk lutut di ujung kaki seorang wanitaaa...*lagu

Minta maaf tidak ada kaitannya dengan harga diri seseorang. Justru orang yang rendah hati, tidak merasa terbebani meminta maaf terlebih dahulu. Minta maaf tidak akan menjatuhkan nilai-nilai istimewa seseorang, justru sebaliknya, orang lain akan menilai Anda memiliki hati yang tulus dan mulia. “Hati seluas samudra”, pernah baca kan kalimat ini? Hati yang demikian tidak mempermasalahkan bagaimana orang memperlakukannya. Pokoknya semua dimaafkan.

Meskipun tinggi apresiasi terhadap orang yang berbesar hati meminta maaf terlebih dahulu, namun masih banyak yang gengsi melakukannya. Penyebabnya adalah:

Takut, bukan takut untuk minta maafnya, tetapi takut untuk menanggung akibat dari perbuatannya. Rasa takut ini biasanya karena melakukan kesalahan. Padahal peluang dimaafkan sangat besar.

Gengsi, biasanya disebabkan status sosial seseorang. Orang berharta biasanya enggan meminta maaf pada seseorang yang ia nilai tidak sama status sosialnya. Meskipun ia yang bersalah.

Merasa tidak bersalah, memang selayaknya yang bersalahlah yang meminta maaf terlebih dahulu. Tetapi jika tidak ada yang memulai tentu hubungan tidak akan pernah kembali normal. Sebaiknya harus ada yang berbesar hati memulainya.

Pendendam, penyakit hati ini sanggat berbahaya, maka jauhilah memiliki sifat pendendam. Sungguh tidak ada keuntungannya dari memelihara sifat tersebut. Justru bisa menyebabkan penyakit mental yang lambat laun akan merembet pada sakit fisik yang sesungguhnya.

Tentu saja meminta maaf harus dibarengi dengan niat yang tulus, bukan sekedar pemanis bibir. Karena jika Anda tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh, hubungan tidak kunjung membaik juga. Hal itu disebabkan orang yang Anda mintai maaf masih menyimpan ganjalan di hati. Untuk meyakinkan orang yang kita mintai maaf, Anda perlu menunjukkan sikap sebagi berikut:

Mengekspresikan rasa penyesalan
Meminta maaf jangan hanya sekedar mengucapkan kata,”Maafkan saya”. Namun katakan juga apa yang menyebabkan Anda meminta maaf. Sebaiknya Anda mengatakan,”Saya minta maaf karena telah pergi tanpa izin terlebih dahulu”. Hindarilah kata “tapi” karena hal ini menyatakan bahwa sebenarnya Anda tidak bersalah karena kejadian tersebut.
Misalnya, Saya minta maaf karena telah pergi tanpa izin terlebih dahulu. Tapi hal itu tidak akan terjadi jika ponselmu bisa saya hubungi”.

Menerima rasa tanggung jawab
Kalimat yang menunjukkan rasa tanggung jawab atas perilaku kita bisa ditunjukkan pada kalimat ini,”Saya tidak sengaja memecahkan koleksi gelas Kristal Anda di lemari pajangan”

Menawarkan menebus kesalahan
Katakanlah hal ini jika Anda telah melakukan kesalahan,”Apa yang harus saya lakukan agar dimaafkan?” Karena bagi sebagian orang, jika belum menawarkan cara memperbaiki kesalahan berarti Anda belum tulus meminta maaf.

Menunjukkan keinginan untuk berubah
“Saya benar-benar menyesal telah melakukan hal tersebut. Ke depan tidak akan saya ulangi lagi”. Kalimat ini menunjukkan bahwa Anda telah berniat tidak akan mengulanginya lagi. Maka janganlah sampai kesalahan yang sama terulang kembali.

Meminta untuk dimaafkan
“Maukah Anda memaafkan saya?” Kalimat ini menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan yang sudah terjalin selama ini. Anda menyakiti hatinya dan benar-benar berharap agar bisa terus berteman.

  
                                                                    foto dari pexel


Meminta maaf membuktikan keberanian dan kepedulian seseorang terhadap suatu hubungan. Minta maaf juga bisa dijadikan sarana untuk terus memperbaiki diri, menyadari bahwa sebagai manusia kita bukanlah makhluk yang sempurna. Sesekali pernah bersalah, kita meminta maaf. Dilain waktu kita juga harus berbesar hati memaafkan kesalahan orang lain.

Meminta maaf bisa dijadikan latihan untuk menempa kita menjadi pribadi yang rendah hati. Karena meminta maaf akan membuat kita memiliki sifat berikut ini:

Rendah hati


Tanpa melihat siapa yang sebenarnya bersalah, dahuluilah meminta maaf. Hal ini akan membuktikan kebesaran hati Anda. Capek loh jadi orang jaim. Menunggu orang lain meminta maaf pada Anda malah menjadikan situasi makin tidak nyaman. Apalagi jika Anda dan orang tersebut bertemu setiap hari dan pada tempat yang sama pula. Keadaan demikian akan menimbulkan suasana kaku dan tidak bersahabat.

Bertanggung jawab atas kesalahan


Berani mengakui kesalahan dan berani mengambil resiko terhadap perbuatan Anda. Jangan sampai Anda lari dari kenyataan hanya karena takut dihakimi oleh orang banyak. Padahal jika Anda bertanggung jawab, orang lain akan menaruh simpati. Kemungkinan akan dimaafkan justru terbentang luas.

Mempererat persahabatan


Dalam pergaulan, tidak ada yang selamanya berjalan mulus tanpa ada kendala. Kesalahan-kesalahan kecil maupun besar bisa saja terjadi. Bersikaplah untuk saling memaafkan tanpa membesar-besarkan peristiwa yang sudah terjadi. “Tepa selira” kata orang Jawa, hubungan yang pernah sedikit mengalami guncangan akan semakin erat bila sudah saling memaafkan.

Bersikap dewasa


Jika permintaan maaf Anda tidak diterima, jangan berkecil hati. Jangan melakukan tindakan yang memicu suasana makin memanas, berlapang dada saja. Yang penting Anda sudah meminta maaf dengan tulus. Biarkan suasana mendingin, di lain waktu Anda bisa mengulangi meminta maaf kembali.

Belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya kembali


Belajar dari kesalahan, lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan. Kesalahan yang sama jangan diulang kembali. Jika Anda kembali melakukannya orang lain akan menilai Anda tidak serius ketika meminta maaf. Ancamannya, orang tidak akan percaya terhadap pernyataan Anda.

Tuluslah meminta maaf, jangan sungkan untuk memulai minta dimaafkan. Karena kedewasaan dan kebesaran hati seseorang dinilai dari sikapnya dalam menjaga hubungan baik dengan orang lain. Sehebat apapun Anda, jika hubungan pertemanan tidak sehat akan membuat Anda tidak nyaman. Anda akan merasa asing di tempat yang tidak asing bagi Anda.

  





You May Also Like

0 komentar