Total Tayangan Halaman

Seberapa Impulsifkah Anda, Ladies..?

by - Februari 06, 2018

Impulsif itu apa sih?
Yang dimaksud dengan impulsif  adalah perubahan perilaku secara tiba-tiba di luar rencana tanpa didukung alasan yang kuat. Kebanyakan perilaku yang ditunjukkan tidak rasional. Dan katanya, kebanyakan yang mengalami gangguan impulsif ini adalah kaum perempuan.

What?!
Apakah impulsif ini yang melatarbelakangi sebuah pameo “Perempuan adalah makhluk yang  sukar untuk   dimengerti?” Hahaha...
Awalnya saya merasa demikian sekseh dan bangga  dengan pameo tersebut. Berasa kerenlah, karena dianggap unik, menarik, tapi penuh mistik *ehh...
Ya, merasa sebuah misteri gitulah...sampai-sampai sulit dipahami keinginannya. Tapi ternyata  perempuan sulit dimengerti,  karena sikapnya yang sering tidak masuk di akal. Terus terang, kenapa saya tiba-tiba merasa memiliki gangguan ya? Wah, na’uzubillahi min zhalik..
Oww, skip lagunya Ada Band, "Karena wanita ingin dimengertiii...."
Dih segitunya, lagu aja dimusuhin, kayak film Dilan aja dimusuhin, wkwkwk..ya makin paslah jadinya.




Pernahkah Anda melihat sebuah cuplikan film atau video yang menceritakan seorang suami ditanyai oleh istrinya tentang  dua baju yang modelnya berbeda? Kira-kira beginilah bunyi dialog mereka.
“Pa, buat kondangan pilih yang mana? Yang kanan atau kiri?” tanya istrinya sembari menunjukkan dua buah naju di tangan kanan dan kirinya.
“Emm...yang kiri aja deh!” jawab suaminya kalem.
“Aku rasa bagus yang kanan, loh”
“Yaudah pakai yang kanan!” suaminya mengernyit.
“Ah, kiri aja deh...” berlalu penuh senyum.
Ngapain nanyaaaa...?!

Kira-kira analogy saya benar nggak tuh? Si istri sebenarnya sudah punya rencana pakai baju yang kanan. Tapi tiba-tiba banting stir mau pakai baju yang kiri. Nggak ada sebab, ya mungkin  pada saat itu juga si istri merasa tertarik dengan yang kiri.
Dan satu lagi, kejadian yang cewek banget nih. Ibu-ibu yang semula punya niat kuat dari rumah untuk belanja bulanan. Segala kebutuhan sudah dicatat demikian rapi. Tapi tiba di pusat perbelanjaan, supermarket sedang mengadakan diskon besar-besaran. Tetapi diskonnya bukan untuk barang-barang kebutuhannya.

Eh...santai saja si ibu putar haluan ke tumpukan barang diskon, awalnya cuma iseng, lihat-lihat, cuci matalah istilahnya. Dan ternyata, barang diskonan yang sebenarnya diskon beneran atau tidak kita taktahu, sangat menarik hati. Pilih-pilih, bongkar-bongkar, tanpa sadar sudah beberapa pakaian yang masuk ke dalam tas tentengan.

Batal beli?
Oh tentu saja tidak, dooong...alasannya,”Belum tentu ada lagi log diskon yang kayak gini, Maaak, jarang-jarang loh, branded ini mah!!”
Gubrak!!
Tiba-tiba saja si ibu tukar rencana, belanja bulanan jadi nomor sekian. Uang sudah habis, belanjaannya Cuma baju-baju diskonan yang padahal sudah ada dimiliki.

Anda pernah melakukannya? Seberapa sering? Kalau sesekali sih belum dikatakan impulsif, tapi kalau sering-sering bertukar rencana tanpa babibu...perlu diwaspadai, Mak. Selain kita tidak ammpu mengeontrol pengeluaran, juga menumpuk barang-barang sejenis tanpa guna itu kan mubazir namanya?

Pribadi yang ditengarai menderita impulsif antara lain, selalu menduga orang lain melakukan seperti apa yang kita sangkakan. Padahal kenyataannya tidak demikian. Kita hanya menduga-duga orang tersebut berbuat korupsi, sehingga bisa beli ini beli itu. Padahal yang diduga punya penghasilan lain yang nilainya lebih besar dari gaji bulanannya. Dengan sahwasangka tersebut kita menjauhi dan bersikap memusuhi orang terduga.  

Capek ya punya pribadi impulsif? Capek dong...Buat apa urusin urusan orang lain? Urusan keluarga sendiri saja belum kelar-kelar. Mirip ya dengan yang dikatakan agama, orang beli kulkas kita yang demam, hahaha...Teman naik mobil, kita yang jatuh sakit...

Bisakah pribadi impulsif disembuhkan? Bisalah, tentu saja dengan berlatih terus menerus untuk berfikir positif.  Tidak gemar menduga-duga dan biasakan bertindak yang masuk akal.
Ngomong-ngomong, apakah saya sendiri pernah bersikap impulsif ya? Emm...kayaknya pernah. Saya pernah merasa sangat tidak suka kalau dibilang-bilang “ketua”. Ihh...sebeeell!! Berkali-kali diingatkan agar tidak menamai saya itu, tapi ada yang reseh tetap melakukannya.  Di hari yang mood saya sedang jelek saya langsung curcol ke teman-teman se grup. Saya mutung, keluar grup biar gak jadi admin lagi. Tapi sebelumnya semua sudah saya jadikan admin, biar sama..wkwkwk...Dimasukkan ke grup lagi dan kembali seperti biasa.
Eh kira-kira itu impulsif gak ya? Nggaklah, kan ini saya yang buat. Jadi kasus tersebut tidak saya kenai pasal impulsif. *dilempari teman se grup...

Selamat pagi...
Tetap semangat...
Jangan lupa bahagia dan bersedekah!!








You May Also Like

4 komentar

  1. kalau aku kadang-kadang kalau belanja memang suka impulsif. maksud hati mau beli bedak eh ternyata pulangnya nambah lipstik dan lain sebagainya. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi...melebar jadinya, yakan?
      O entahlah kalau cewek ni, panjang daftarnya...:D

      Hapus
  2. Kalau mau ke kondangan sekarang nanyanya ke anak lanang hahaha..Bagus yang ini apa itu..Karena nanya Bapaknya kadang ngliatin aja dia, paling nanya juga enggak niat-niat amat...udah hapal lagunya..
    Jadi impulsif juga kadang berarti. Termasuk yang pas liat diskonan #eh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita, emak-emak, seriiiing bingung. Tapi bukan pada semua kasus kan?��

      Hapus