Total Tayangan Halaman

Perlukah Menyediakan Kotak P3K di Rumah?

by - Februari 03, 2018



Buat saya pribadi, keberadaan kotak P3K di rumah itu penting. Apalagi ketika kita sudah punya anak. Bukan maksudnya menggadang-gadang sakit, tetapi untuk persediaan ketika membutuhkan pertolongan pertama di rumah.

Fungsi dari kotak P3K untuk menyimpan alat-alat medis ringan seperti perban, plester, obat luka, paracetamol dan lain-lain. Tujuannya agar benda-benda medis tersebut berkumpul pada tempat yang sama. Jadi kalau emak-emak panik nyari obat luka atau lainnya langsung menuju ke tempat yang pasti.

                           Kotak P3K di rumah kami letaknya di dapur, agar mudah dijangkau 



Coba bayangkan kehebohannya, ketika anak yang sedang belajar berjalan  tiba-tiba tersungkur, ada bagian tubuhnya yang sedikit lecet, lalu mengeluarkan darah. Melihat darah emak-emak kadang panik duluan. Jika terbiasa meletakkan obat-obatan di suatu tempat yang semestinya, maka pertolongan pertama dapat segera diatasi. Kita tidak perlu teriak-teriak, atau berlari ke sana kemari, memanggil orang-orang untuk dimintai pertolongan.

Sewaktu anak masih kecil-kecil, isi kotak P3K di rumah kami lumayan lengkap. Ada obat biru, obat merah,  betadine, kapas, perban, plester, trhombophop dan lain-lain.  Tapi sekarang sudah lebih minimalis, karena isinya obat-obatan untuk orang dewasa.

Hanya untuk orang dewasa?
Emm...maksudnya begini, anak-anak sudah besar-besar. Si Sulung juga sedang belajar di luar kota. Sementara si bungsu, sudah pandai mengatur dirinya menggunakan pertolongan pertama tersebut. Kalau dulu, dia paling juaranya menggunakan plester. Kebarut sedikit ditutup plester. Lecet sedikit, ditutup plester. Sampai-sampai stok plester berbungkus-bungkus di kotak obat. Katanya agar tidak bolak-balik beli.

Kalau ke swalayan hobinya pilih plester yang bergambar karakter cowok. Yang polosan tidak mau, apalagi yang gulungan? Katanya repot pakai menggunting segala, pasti memerlukan bantuan orang lain. Kalau menggunakan plester yang siap pakai kan bisa dilakukan sendiri.

Pas bener dengan kebiasaan Rayyan waktu kecil, xixixi...(id.hansaplast.co.id)



Dan sekarang, kebiasaan itu sudah lama ia tinggalkan. Walau lecet-lecet sesudah bermain bola atau futsal, ia hanya menggunakan betadine. Bila terpaksa harus ditutup lukanya, ia juga sudah paham, mana luka yang boleh ditutup dengan plester atau tidak. Mungkin pengalaman sudah mengajarkan.

Di manakah sebaiknya kotak P3K tersebut diletakkan?
Kalau saya meletakkannya di dapur. Karena dapur wilayah yang paling sering kami kunjungi setiap hari. Selain itu, biasanya kecelakaan kerja sering terjadi di dapur, misalnya tergores pisau, tersiram air panas, terbakar, terkena pecahan alat dapur yang terbuat dari kaca, dan lain sebagainya.

Alat medis apakah yang paling utama disediakan di kotak P3K?
Bila Anda masih memiliki balita, yang paling standard dimiliki biasanya cairan obat luka, plester dan paracetamol. Sewaktu anak-anak kami masih balita, saya tidak melupakan keberadaan thrombophob. Karena anak-anak pada usia itu sedang aktif-aktifnya bergerak ke sana kemari, sehingga sering terbentur yang mengakibatkan biru memar atau benjolan. Alat medis lainnya sebagai tambahan disesuaikan dengan kebutuhan keluarga masing-masing.

Karena bisa saja, sebuah keluarga hanya mengandalkan ramuan tradisional. Seperti zaman mbah saya dulu, semua tumbuhan di sekeliling rumah adalah obat-obatan. Luka terkena pisau, sayatkan pelepah daun pisang, maka cairan getah yang keluar langsung dikucurkan ke luka kami.
Sembuh? Kalau saya ingat-ingat sih hasilnya tidak berbeda jauh dari cairan obat yang sekarang.

Kalau kami ada yang terbentur, entah daun rerumputan apa namanya, saya lupa, pun sudah jarang terlihat di sekitar tempat tinggal kami. Daunnya digesek-gesekkan dengan cara merapatkan kedua telapak tangan, kemudian ditempelkan ke benjolannya.
Sembuh? Yang saya ingat benjolnya menjadi adem. Denyutnya berkurang.

Saya mengingat semua itu sebagai kearifan mbah yang bersinergi dengan alam. Karena sepanjang usia beliau, hanya ramuan tradisional yang beliau gunakan. Sampai-sampai ketika beliau sakit perut pun cuma dibaluri dengan minyak tanah yang dicampur bejegan bawang merah. Mungkin dalam pelajaran ilmu alam disebut apotik hidup.

Jadi bagaimana?
Pilihan ada di tangan kita, bukan?    



You May Also Like

6 komentar

  1. perlu sekali ya , kalau ada hal yang urgent gak perlu rusuh membeli

    BalasHapus
  2. Perlu banget Mbak..Jadi tiap ada kejadian tak terduga langsung ambil di kotak P3K

    BalasHapus
  3. Perlu banget banget, walaupun aku anak kost, tapi aku selalu sedia P3K di kamar, itu penting banget hehhe

    ursulametarosarini.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi anak kos, hehehe...jauh dari klrg. Kalau tidak punya persediaan bisa repot cari bantuan, ya kan?��

      Hapus
  4. Wes Bunda kotak P3k nya keren ikh. Kalau aq belum sekeren itu. Masih asal naronya tapi masih satu tempat sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu beliii...udah lamaaa banget. Harganya kalok gak salah Rp.41.000 hahaha

      Hapus