Total Tayangan Halaman

Buat Para Bapak yang Meributkan Berat Badan Istrinya Sesudah Melahirkan

by - Februari 15, 2018

                                                                           acefitnes.org

Gendut.
Kata itulah yang paling ditakuti oleh seorang perempuan sesudah melahirkan. Tubuh langsing yang dulu menjadi kebanggaan, sekarang beratnya nyaris  dua kali  lipat. Selain bahagia karena kehadiran si buah hati, ibu muda juga kerap mengalami kebingungan untuk menurunkan berat badannya.

Masalah ini jadi warning keras buat para suami!!
Suami harus berhati-hati dalam mengolah kalimat ketika berbicara yang mengarah ke ukuran baju, berat badan atau seberapa seringnya makan. Hati-hati ya, Pak? Jangan sampai Anda salah-salah ucap kata pada  sang istri dalam fase ini. Bahayaaa...sensitif banget soalnya.

 Jangankan to the point bilang,”Segera turunkan berat badan sesudah kelahiran dedek ya, Ma?” nggak diingatkan begitu pun para perempuan selalu resah dengan berat tubuhnya. Kami sudah sangat ingin kembali ke tubuh normal sebenarnya.

Tetapi menurut penelitian, butuh waktu sekitar 9 bulan untuk mengembalikan tubuh ke berat semula. Minimal mendekati normallah.  Itupun jika mengikuti track dengan penuh kepatuhan, karena biasanya banyak yang gagal. Bukan perkara malas atau apa, seorang perempuan ketika memiliki bayi, waktunya yang 24 jam itu seolah tidak akan pernah cukup. Kesibukan mengasuh bayi sangat  menyita waktu, apalagi bagi yang tidak memiliki ART. Sempat mandi saja rasanya sudah sangat bahagia, suatu pencapaian.

Saya terlahir  sebagai suku Jawa. Mbah sangat mewanti-wanti, kalau perempuan sesudah melahirkan “badannya jangan kembang”, begitu istilah beliau. Memang tubuh mbah langsing singset hingga wafatnya. Sampai sepuh pun masih selalu pakai stagen (bengkung).

Terdoktrin demikian, mamak mewajibkan saya minum jamu dan melakukan berbagai perawatan sesudah melahirkan. Ya ampun, ketatnya, saya nggak boleh keluar dari dalam rumah selama 40 hari. Nggak boleh melakukan pekerjaan apapun, memandikan bayi juga mamak. Saya hanya diminta menyusui bayi. Sebelum lepas dapur (istilahnya untuk menyebut waktu 40 hari) seorang perempuan yang baru melahirkan diperlakukan seperti ratu. Namun tidak semua perempuan seberuntung saya karena melahirkan didampingi oleh ibunya.

Apakah penyebab tubuh melar sesudah melahirkan?


Kalau berdasarkan ilmu psikologi dan kesehatannya, ternyata ada beberapa sebab yang mengakibatkan tubuh perempuan melar sesudah melahirkan. Diantaranya:
-          Masa kehamilan banyak mengonsumsi gula dan lemak, karena keduanya memicu nafsu makan berlebihan menjadi lebih aktif. Akibatnya berat badan naik secara signifikan.
-          Tidak berolahraga. Meskipun hamil, calon ibu tetap dianjurkan untuk melakukan olahraga ringan. Ada gerakan olahraga khusus untuk perempuan hamil. Bahkan sudah banyak dibuka kelas khusus bagi pasangan suami istri untuk saling memberi dukungan.
-          Menderita diabetes, bagi penderita penyakit ini ketika hamil hendaknya lebih memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Pendrita diabetes  selalu merasa lapar, dan ini berbahaya bagi janin dan ibunya. Bila perlu, sesering mungkin berkonsultasi dengan pihak medis yang biasa menangani Anda.
-          Hindari stress, ibu baru belum terbiasa dengan jadwal kegiatan barunya. Bangun malam hari, menyusui, bayi terus menangis dan kurangnya waktu istirahat kerap menjadikan ibu baru dilanda stress.  Stress membuat perempuan hamil susah mengontrol apa yang ia makan.
Namun ternyata, ada faktor lainnya yang menjadi sebab tubuh menjadi melar setelah melahirkan. Keturunan, berat badan sebelum mengandung, dan kenaikan BB selama masa kehamilan, diduga menjadi penyebab kegemukan.

Semua perempuan ingin selalu terlihat sempurna di hadapan suaminya. Karenanya ia akan merasa sangat galau jika dinilai tidak lagi merawat tubuh. Padahal yang ia lakukan demi keluarga. Ia ingin anaknya dapat diasuh dengan baik sekaligus dipahami oleh sang suami mengenai keadaannya.

Siapa sih yang ingin bertubuh gendut?
Siapa yang tidak ingin tetap menarik seperti sedia kala?
Tapi semua butuh proses loh, Pak...tidak bisa dilakukan dalam waktu satu atau dua bulan.
Ada kok yang bisa cepat kurus, tuh para artis? Hellow, artis itu mengeluarkan banyak dana untuk melakukan berbagai cara agar berat badannya kembali normal. Karena hidupnya sudah terikat dengan menjual image cantik dan seksi.

Maka jangan heran jika ada ibu-ibu pasca melahirkan meminum bermacam obat pelangsing karena terobsesi  pada artis idaman. Akhirnya berdampak pada produksi air susunya. Walhasil, si bayi tidak lagi bisa disusui karena air susunya tidak lancar lagi.  

Buat  ibu yang baru melahirkan, bisa melakukan beberapa cara aman berikut ini untuk menurunkan berat badan. Selain aman buat ibunya, bayi juga tetap terawat dengan baik.
1.       Menyusui
Ketika menyusui, 500 kalori per hari akan terbakar. Rahim juga akan terkontraksi ketika proses enyusui sedang berlangsung, hal ini mempermudah mengecilkan rahim.

2.       Memperhatikan asupan makanan
Agar tubuh dapat kenyang lebih lama konsumsilah makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah, sayur, dan biji-bijian. Makanlah dalam porsi kecil namun sering, hindari makanan cepat saji. Sangat tidak dianjurkan untuk melakukan diet ketat. Diet ketat dapat mengakibatkan kelaparan, lelah dan stress sehingga mempengaruhi produksi asi. Jangan lupa memperbanyak minum air putih.

3.       Berolahraga
Tunggulah ketika usia bayi enam minggu baru ibu bisa melakukan olahraga kembali. Selain menyusui, olahraga juga dapat membantu membakar kalori. Awali dengan olahraga ringan terlebih dahulu, seperti berjalan kaki sembari mendorong kereta bayi. Diskusikan dengan dokter yang menangani Anda untuk berkonsultasi saat dan jenis olagraga yang tepat.

4.       Jangan abaikan istirahat
Kesibukan merawat bayi memang menyebabkan anda tidak lagi bisa tidur 8 jam sehari. Namun, ketika  kurang tidur justru dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon stress yang membuat Anda sulit menurunkan berat badan. Banyak orang ketika stress jadi tidak memperhatikan pola makan dan malas melakukan aktifitas fisik.

5.       Menggendong bayi
Ternyata menggendong bayi bisa melatih mengangkat beban bagi ibunya. Tubuh  bayi dengan bobot 3,4 sampai 5kg sangat bermanfaat bagi Anda. Sembari menggendong bayi Anda juga dapat melakkan gerakan teratur yang berulangkali menyerupai gerakan olahraga. Otot tubuh baian bawah akan mudah terbentuk dan menaikkan metabolisme tubuh.

Tapi kalau dipikir-pikir, kebahagiaan seorang ibu ketika mengasuh bayinya lebih utama dibanding pencapaian bentuk tubuh ideal yang dipaksakan. Bukankah lebih baik sang suami lebih fokus mendukung  kesehatan bayi dan ibunya ketimbang meributkan berat badan? Bukankah para suami lebih baik fokus menjadi bapak pejuang ASI ketimbang mengurusi berat badan istri?

Ingat loh Pak, perempuan tidak suka gendut. Secara naluri ingin selalu terlihat cantik di mata pasangannya. Namun demikian, seorang ibu lebih bahagia jika melihat bayinya dapat tumbuh  sehat  karena terjamin asupan gizinya melalui ASI.

Hai Bu, selamat berjuang untuk hidup bahagia dan sehat ya...


Untuk sementara abaikan timbangan dulu ya, Bu.. (pixabay.com)


You May Also Like

8 komentar

  1. Menurut pengalaman saya, menjadi kurus sesudah lahiran itu mudah, hanya dengan lakukan semuanya sendiri.

    Tapi emang beda2 sih tiap wanita, ada juga yang emang perawakan lebar, jadi sulit nurunin berat badan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melakukan semuanya sendiri? Wah hebat, Mbak.
      Kadang ibu baru gak sanggup mengerjakan semuanya sendiri karenaengurus bayi sekaligus pekerjaan RT itu melelahkan sekali.
      Mbak kuat sekali fisiknya ya?Jempol deh..

      Hapus
  2. Kayaknya stagen memang ngebantu perut biar nggak ngembang deh. Pasca lahiran anak pertama, aku rajin pake sampe 6 bulanan. Alhasil, masih bisa pake rok tanpa karet yang kupunya dari masih gadis. Almh Emakku, beliau juga pake setagen seumur hidup, dan langsing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sekarang korset, yakan?
      Kalau orangtua zaman dulu makainya buat pencegahan, kalau zaman sekarang untuk pengobatan��

      Hapus
  3. Saya setelah kelahiran anak kedua ini yang lama banget turunnya. Ntah kenapa, sepertinya saya terlalu santai krn gak pernah diprotes suami hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo...segera nyalakan lampu kuning kalau dah di atas 9 bulan. Perbaiki gaya hidup...hehehe

      Hapus
  4. Hamil pertama kedua karena lahiran normal jadi perawatan bisa jalan..termasuk berstagen ria. Dan hasilnya benar-benar hampir ke lingkar pinggang semula. Tapi begitu lahiran ketiga , karena proses sesar jadi enggak berani setagenan karena ada jahitan...jadilah perut kembaaaang..kwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aahh...kembang apaan? Bdan masih normal begitu kok? Kayak badan anak gadis malah...

      Hapus