Total Tayangan Halaman

Mari Kita Bicara Tentang Warna Lipstik Kesayangan

by - Januari 28, 2018

Bukan yang ini warna kesayangan saya 😂


Kalau ditanya apa warna lipstik kesukaan saya, maka langsung saja jawabannya adalah, oren. Warna yang kalau dipakai tipis-tipis tidak kentara dan jika tebal nggak bikin silau. Saya ingin menyebutkan warna itu dengan nama kuning telur sebenarnya. Tapi umumnya orang-orang mengenalnya dengan nama oren kan?

Lipstik buat saya bukan untuk menarik perhatian agar terlihat cantik. Bagi saya lipstik untuk memberikan kesan segar pada wajah agar tidak terlihat pucat dan kusam. Soalnya bibir saya tidak semerah bibir bayi. Meskipun kata orang saya berkulit kuning langsat tapi bibir menyerupai warna hati ayam. Ah sulit sekali mendefinisikan warnanya ya? Dikatakan hitam ya nggaklah, wong saya bukan perokok, kok. Emm...pucatlah lebih tepatnya.


Warna oren, kalau dipoleskan terlihat natural, kan? 😘



"Masih pakai lipstik? Wah, berarti kamu nggak syar'i."

Ya silahkan kalau dijudge begitu. Karena  tujuan menggunakan lipstik untuk membuat   saya percaya diri, tetapi tidak bermaksud agar diperhatikan. Banyak teman-teman perempuan meskipun lipstiknya lumayan 'cetar' warnanya, tetapi tingkahnya kalem, tenang dan bersahaja. Ya aman saja, tidak ada yang heboh memperhatikan bibirnya. Apalagi mengata-ngatai mereka genit.

Namun, bila ada yang tidak mau mengenakan lipstik, bahkan bedak sebagai pelindung kulit dari paparan cahaya matahari maupun debu, bagi saya sah-sah saja. Tergantung pilihan hati masing-masing. Kenyamanan pilihan setiap individu, tidak usah dikomentari.

Yang pakai lipstik jangan menamakan mereka dengan fanatik dan lain sebagainya. Pun demikian bagi yang tidak mengenakan lipstik, jangan mengatai yang berlipstik dengan sebutan ini- itu. Mungkin ada suatu hal yang membuatnya merasa harus memoles pewarna pada bibirnya.

Asalkan tidak bertujuan untuk menarik perhatian orang atau lawan jenis, berdandan sewajarnya saya kira perlu. Merawat diri agar tetap sehat dan segar adalah wajib untuk menyukuri nikmat sehat.

Kenapa memilih warna oren? Karena warna oren pada lipstik hampir terlihat alami bila dipoleskan ke bibir. Ada yang bilang warna merah muda (pink) atau merah bata juga warna alami, tapi saya terlanjur jatuh hati pada warna oren tersebut.

Sejak kapan pakai lipstik? Mengawalinya ketika bekerja. Itupun pakainya malu-malu. Bukannya dipoles tetapi ujung bagian atas lipstik ditotol-totolkan ke permukaan bibir. Pernah rekan kerja menertawai cara saya memakai lipstik. Dia bilang saya pelit, katanya biar awet tidak cepat habis. Padahal cuma karena malas dan tidak terbiasa.

Dulu ada yang menjuluki saya si muka pucat. Karena wajah saya pias dengan bibir nyaris membiru. Ada yang menyarankan agar saya memoleskan lipstik supaya terlihat segar. Mungkin kalau melihat saya ingat mayat, ya? Duh saya jadi sedih. Tapi mau bagaimana lagi, saya memang nggak biasa pakai lipstik apalagi bermake-up.

Saya pikir, bahaya juga kalau menimbulkan horor bagi yang memandang, ya kan? Sudahlah kurus, mukanya pias, bibirnya pucat. Dilihat menyebabkan takut, tidak dilihat ingin ngobrol dengan saya, bagaimana dong? Nggak asyik ya berteman dengan saya? Hiks...

Itu kondisi saya 22 tahun yang lalu. Sekarang pipi saya sudah chubby, tetapi kalau tidak pakai lipstik ya bibirnya tetap pucat, wajah juga tetap pias.

O ya, satu lagi manfaat lipstik bagi diri saya adalah untuk melembabkan kulit bibir agar  tidak mudah pecah dan terkelupas. Kondisi kulit saya sensitif bila berada di luar tempat domisili.

Pengalaman sewaktu liburan ke Jakarta, padahal cuacanya tidak jauh berbeda dengan keadaan di Medan. Ketika berada di  sana kulit bagian pinggir bibir jadi kering, mengeras dan akhirnya terkelupas. Liburan jadi tidak menyenangkan, mencicipi kuliner juga kurang bersemangat. Apalagi bagi penyuka makanan pedas seperti saya, keadaan itu sangat mengganggu.

Saya pernah membaca salah satu fungsi dari lipstik adalah untuk melembabkan bibir. Sejak saat itu saya aktif memakai lipstik lagi, khususnya kalau bepergian ke luar daerah. Saat umroh, cuaca yang ekstrim karna musim dingin, saya tetap merasa nyaman dengan perawatan yang biasa dikenakan setiap hari, tentu saja bagian terpentingnya adalah lipstik warna oren itu.

Tuh, di acara resmi pun, masih nggak pede pakai make up..😖


Sudah pakai pun masih sering ditegur oleh mbak-mbak tersayang, "Hei, Sri, tambahi sikit lipstiknya biar gak pucat!" wkwkwk...

Warna lipstik favorit saya oren, kalau Anda? 😀




You May Also Like

10 komentar

  1. Kalo saya, sepanjang tahun punya lipstick cuma satu. 🙈
    Nggak hobi make up juga sih. Kalo beli, milihnya yang warna nude agak pink. Kadang pingin juga beli warna lain. Lha tapi yang sebiji aja gak habis-habis, haha... 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa cara makeknya seperti saya, ditotol-totol?��

      Hapus
  2. Saya suka warna coklat nude, mbak. Tapi sesekali pakai yang warnanya merah bata atau pink juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren warna-warna itu, saya suka kalau ngliat orang pakai..

      Hapus
  3. Saya pun sdh beberapa tahun ini nggak pakai lipstik kalau hanya sekedar acara2 santai. Bukannya fanatik atau apa sih.. cuma merasa lebih simpel dan cepet aja dengan tampil polosan wkwkwk.
    Kalau untuk acara yg mengharuskan dandan macam kondangan, saya biasanya pakai warna nude2 gitu coklat atau pink

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaakk...saya gak berani pakek warna coklat..xixixi

      Hapus
  4. Aku terakhir beli lipstik Desember 2016 , setelah 5 tahun gak pernah b beli atau pake. Abis beli gak dipake juga

    Pake make upnya hanya bedak ama pelembab bibir ( ada sedikit warna ) plus semprotan air mineral aja. Bibirku suka kering kalo kena lipstik, Mbak. Biarpun lipstik berpelembab. Bahkan pernah berdarah

    Beda sama Mama yang selalu cetar warna lipstiknya ... Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Loh kok aneh ya kamu dek, pakek lipstik malah kering? Kebalik sama saya...hehehe

      Hapus
  5. Saya juga baru-baru aja makai lipstik, Mbak. Baru setahunan ini sepertinya. Makainya pun tidak dipulas penuh. Makai di bibir atas, kemudian dirapatkan ke bibir bawah jadi cuma sekali pulas di bibir atas. Hehehe... asal 'berwarna' aja bibirnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyaris sama caranya, asal gak pucat ajalah gitu ya?

      Hapus