Total Tayangan Halaman

Soto Sebagai Menu Andalan Ketika Menikmati Kuliner Daerah

by - Januari 22, 2018

                            Soto Kadi Piro 


Jika merencanakan perjalanan ke suatu tempat, selain browsing tiket, destinasi wisata dan hotel, yang tak kalah penting lainnya adalah kuliner. Dan ketika kata kunci ‘soto’ jadi pilihan, maka saya, Syafira dan Rayyan saling bertatapan geli melihat ulah suami.

“Hmmm...soto teruuuss, soto lagi..” dengan ekspresi wajah yang berakting pasrah.

Ya, soto, makanan tradisional kesayangan suami saya. Ke manapun pergi selalu soto yang menjadi menu tujuan ketika akan bersantap. Terutama sekali ketika akan bersantap makan siang. Tengah hari, baik cuaca terik maupun mendung, soto sangat cocok untuk dijadikan pendamping  nasi.

Walaupun di hotel tersedia aneka makanan untuk sarapan, jika di sekitar ada tempat yang menjual soto, suami lebih memilih makan di luar hotel. Dan beliau tidak bosan, selagi jauh dari rumah kesempatan menikmati soto, katanya.
Nasinya dicampur dalam mangkuk soto 😁

Apakah tidak ingin mencoba menu lainnya?

Ya dicoba dong, tapi selagi ada makanan yang bernama soto, maka menu lainnya menjadi nomor selanjutnya untuk dicoba. Menurut suami saya, soto itu makanan berkuah yang menghadirkan sensasi ‘segar’ karena menyeruput kuah panasnya. 

Soto dan sop memiliki persamaan dari teknik penyajiannya, yaitu makanan berkuah segar yang paling tepat jika disantap dengan nasi. Makanan berkuah segar lainnya adalah bakso. Tetapi bakso tidak pas jika dimakan bersama nasi. Sedangkan soto kurang pas jika dimakan tanpa nasi.

Ketika pertama kali makan soto di Jogja kami sempat merasa bingung. Kami duga makanan itu sop. Tapi sop kok berwarna kuning? Kalau di Medan, soto menggunakan santan kental. Hampir mirip dengan kuah gulai. Kalau isinya sama, irisan daging ayam, daging sapi, babat, ditambahi sayuran toge dan sohun. Ditaburi bawang goreng, daun seledri dan daun bawang.

Lebih lucunya, meskipun soto sudah tersedia di hadapan, kami tidak langsung menyantapnya, menunggu beberapa saat.

“Mas, nasinya belum,” saya mengingatkan pelayan yang sibuk melayani pengunjung lainnya. Tentu saja kami keheranan, melayani kami belum selesai kok sudah mengantarkan pesanan pengunjung lainnya?

“Sudah, Mbak, di mangkuknya sekalian!” pelayan mengarahkan jempolnya pada meja kami dengan santun. Ya ampuunn...malunya, hahaha...

Saya tidak bisa menahan kejut, tidak pernah terbayangkan kalau nasinya langsung dimasukkan ke dalam mangkuk. Kalau di Medan, soto disajikan berbeda dengan nasinya, dilengkapi perkedel, sambal kecap  dan irisan jeruk nipis. Rasanya sama-sama segar dan gurih. Yang membuat kangen itu, soto di Jawa terkesan lebih ringan karena tidak menggunakan santan.

Hampir  tiap daerah di Indonesia memiliki makanan yang bernama soto. Paling tidak ada jenis makanan yang nyaris sama dari cara penyajiannya. Berkuah banyak, kadang menggunakan santan , dari kuah kaldu ayam atau daging.

Karena saya berasal dari Medan, lebih pas kalau resep soto Medan saya tulis di sini ya? Jadi teman-teman yang berasal dari daerah lain bisa mencobanya.

                                                                               pinteres.com


Resep Soto Medan

Bahan-bahan yang disediakan:

-          1kg ayam, potong-potong
-          3 lembar daun jeruk
-          1500ml santan dari 1 butir kelapa ukuran besar
-          3 lembar daun salam
-          3cm lengkuas digeprek
-          2cm kayu manis
-          3 butir kapulaga
-          1 buah bunga lawang
-          3 butir cengkeh
-          Garam secukupnya
-          Minyak goreng

Bumbu yang dihaluskan:

-          8 siung bawang merah
-          3 siung bawang putih
-          3 butir kemiri
-          2cm jahe
-          4cm kunyit
-          ½ buah pala
-          1 sdt ketumbar bubuk
-          ½ sdt merica bubuk
-          ½ sdt jintan

Bahan pelengkap:

-          toge yang sudah diseduh dengan air panas
-          bihun/sohun yang sudah diseduh dengan air panas
-          irisan daun bawang dan daun seledri
-          sambal kecap pedas
-          irisan jeruk nipis untuk perasan
-          perkedel kentang

Langkah memasak:

-          Goreng ayam lalu disuwir-suwir

-          Tumis bumbu yang dihaluskan tadi dengan sedikit minyak sampai harum. Masukkan daun jeruk, daun salam,lengkuas, kapulaga, bunga lawang, kayu manis dan cengkeh.


-          Masukkan santan, tambahkan garam, masak terus sambil diaduk agar santan tidak pecah. Setelah matang matikan kompor.

-          Ambil mangkuk, susun bihun/sohun, toge, suwiran ayam, lalu siram dengan kuah soto yang panas. Taburkan irisan daun bawang dan daun seledri, beri perasan jeruk nipis dan sambal kecap pedas. Nikmati bersama perkedel dan nasi hangat.

 Resep disalin dari https://cookpad.com karya Novi Ummu Husna.

Jika Anda mengunjungi Medan, ada satu rumah makan cukup legendaris yang menyediakan menu soto Medan sebagai andalannya, namanya Rumah Makan Sinar Pagi. Terletak di jalan Sei Deli no. 2D Silalas kecamatan Medan Barat, kota Medan. Buka mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB. Rumah makan ini sudah berdiri selama lima puluh tahun lebih.

                                                                        tripadvisor.co.id


Beberapa kali berkunjung ke sana, tempat makan ini tidak pernah sepi pengunjung. Dan satu-satunya yang membuat saya terkesan, kita tidak pernah menunggu lama untuk dilayani. Bahkan, baru saja kita menghenyakkan tubuh di kursinya, beberapa pelayan sudah berada di sekitar kita untuk mencatat pesanan. Saya bisa menjamin pelayanan mereka sangat cepat, tidak sampai lima menit pesanan sudah terhidang di hadapan kita.

Kadang pengunjung yang datang belakangan harus sedikit bersabar menunggu giliran, apalagi pada waktu sarapan dan jam makan siang. Sungguh segan kalau kita duduk berlama-lama di sana. 

Pokoknya kalau datang ke sana memang khusus untuk mengisi perut yang kelaparan. Kalau datang untuk nongkrong-nongkrong manja sembari minum kopi, alamat membuat pengunjung lainnya kesal.

Anda penasaran? Silahkan kunjungi alamat di atas, tidak ada di tempat lain karena mereka tidak membuka cabang.







 

You May Also Like

2 komentar

  1. Mbak, pertama icip Soto Medan dulu saya keheranan, santannya kental..Meski di kampung saya Kediri, ada dua versi, bening dan bersantan..Tapi, santannya ringan.

    Tapi selanjutnya jatuh cinta pada soto Medan sayaa hahha
    Nanti coba resepnya ah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makan soto Medan di mana?
      Ya memang kental ciri khasnya soto Medan. Hampir mirip gulai..

      Hapus