Total Tayangan Halaman

Memulai Mengenalkan Disiplin Lewat Ibadah Sholat

by - Januari 29, 2018


mengenalkan disiplin (islamidia.com)



Disiplin...
Kata ini sejak kita duduk di bangku sekolah sudah akrab di telinga, kerap disebutkan oleh guru-guru. Tidak hanya di hari Senin saat upacara kenaikan bendera, hampir di setiap mata pelajaran kata yang satu ini sering diperdengarkan.

Segala macam kesalahan ujung-ujungnya selalu menyeret-nyeret kata disiplin. Karena pandangan umumnya, seseorang yang melakukan kesalahan disebabkan ketidakdisiplinan mengatur waktu  dan abai terhadap peraturan.

Semenjak berkeluarga, saya semakin terobsesi untuk menegakkan disiplin dalam keluarga. Yang paling utama sekali terhadap anak-anak. Ternyata, kesadaran telah memiliki anak itu dampaknya sangat baik. Karena setiap orangtua pasti menginginkan anak-anaknya bertingkah laku baik. Dikenal sebagai anak-anak yang patuh, bukan sebaliknya.

Orangtua mana coba yang suka bila anak-anaknya dikata-katai tidak sopan, pemalas, tukang bohong dan cap-cap negatif lainnya? Setiap tingkah laku negatif hampir bisa dipastikan merupakan dampak dari ketidakdisiplinan.

Selain membiasakan melatih anak untuk mandiri, untuk mengajarkan disiplin saya bertitik berat pada sholat. Dan saya memulai mengajarkan anak-anak untuk sholat sejak mereka berumur  3 atau 4 tahunan. Sebelum masuk TK A.

Selaku pemeluk Islam, sholat 5 waktu adalah pelajaran paling cocok untuk melatih disiplin. Karena tiap-tiap sholat memiliki waktunya tersendiri, jadi tidak bisa dicampur-campur dan sesuka hati mengerjakannya. Misalnya, Shubuh pada pukul 05. 20 WIB, Zhuhur pukul 12.40 WIB, Ashar 16.10 WIB, Maghrib 19.40 WIB dan Isya pukul 20.00 WIB. Tidak boleh ibadah sholat Shubuh dikerjakan di waktu Zhuhur. Demikian seterusnya.

Ibadah sholat juga mengajarkan gerakan-gerakan yang teratur dan berurutan. Memiliki aturan bacaan baku yang tidak bisa diganti dengan bacaan-bacaan lainnya. Sesibuk apapun, bahkan ketika kita sakit sekalipun, ibadah sholat tidak boleh ditinggalkan. Ketika azan berkumandang, kita tahu bahwa waktu sholat telah tiba.

Ketika memulainya dulu, namanya juga anak-anak, apalagi masih usia balita, jangan berharap gerakan mereka akan teratur. Asalkan kita sudah bisa menafsirkan gerakan yang ditunjukkan adalah gerakan sholat, untuk anak-anak ya sudah tercatat benar. Jadi meskipun cuma gerakan dulu, masih goyang sana-goyang sini, dimaklumi saja, yang terpenting anak-anak paham bahwa sudah tiba waktu sholat.

Sembari belajar urutan gerakan, bacaan sholat saya ajarkan di berbagai kesempatan bersama mereka. Bisa saat bermain, menidurkan, menemani mereka belajar, dan sebagainya.

Anak-anak lebih mudah belajar sembari melakukan aktifitas bermain. Tanpa sadar mereka sudah hafal bacaan doa iftitah, Al-fatiha, surat-surat pendek, bacaan tahiyat, rukuk dan sujud dari keseharian mendengar. Lambat laun saya masukkan bacaan sholatnya pada gerakan-gerakan yang sudah mereka ketahui sebelumnya. Ketika usia sekolah, mereka mudah memahami karena sudah dikenalkan dari rumah.

namanya anak-anak, mengenalkannya harus sabar(kreasikadonama.com)


Untuk disiplin sholat saya tidak mau kompromi. Jadi meskipun mereka ketiduran atau kesiangan bangun,  tetap saja saya suruh mengerjakan sholat. Saya sampaikan walau tidak 
sengaja tetap harus diganti. Memang sekilas seperti memaksa karena  belum jatuh wajib bagi mereka. Saya hanya mencoba membiasakan sejak dini itu saja maksudnya.

Ada kisah menggelikan ketika si sulung sakit, waktu itu masih usia tujuh atau delapan tahunanlah. Ia demam, tentu kedinginan bila kena air. Dia ingat belum  mengerjakan sholat hingga hampir habis waktunya. Lalu saya ajarkan tayamum. Hahaha...tayamum di Indonesia, di mana air melimpah-limpah? Tapi disitulah saya memberitahukan bahwa ibadah sholat itu wajib meskipun sedang sakit. Sekaligus saya memanfaatkan kesempatan itu  untuk  mengenalkan tayamum.

Dengan terbiasa disiplin mengerjakan sholat, anak-anak sangat mudah dikenalkan dengan aturan lainnya. Bagaimana dengan orang-orang dewasa yang melanggar peraturan? Apakah mereka tidak disiplin mengerjakan sholat? Jadi analoginya bisa dibalik. Kalau kewajiban sholat yang datangnya dari Allah saja mereka langgar, konon lagi dengan aturan manusia?

Tapi mengapa masih ada orang sholat yang melanggar janji, tidak taat aturan, berbuat jahat dan lain sebagainya? Mungkin ia belum memahami bahwa mengerjakan sholat itu adalah ajaran paling mendasar dari agama Islam untuk disiplin. Disiplin dalam waktu, disiplin dalam aturan dan disiplin dalam menjalani kehidupan.

Mahmud masih bingung mau memulai dari mana mengenalkan disiplin? Mungkin bisa dimulai dari mengenalkan sholat terlebih dahulu.

  










You May Also Like

0 komentar