Total Tayangan Halaman

Anak Mandiri Memiliki Rasa Percaya Diri

by - Januari 27, 2018



Semua orangtua ingin anaknya mandiri ketika dewasa. Tidak hanya mandiri dalam melakukan berbagai aktifitas tetapi juga mampu membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Mandiri dapat diartikan tidak bergantung kepada orang lain. Ia mampu mengurus segala kebutuhannya tanpa merasa terbebani.

Mandiri tidak datang dengan sendirinya. Kemandirian seseorang dapat dipengaruhi berbagai hal, karena keadaan atau dilatih oleh orang yang mengasuhnya.

Mandiri karena keadaan misalnya, seseorang yang sejak kecil sudah terbiasa melakukan semua keperluannya sendiri. Biasanya keadaan ini dialami oleh anak-anak yang sejak kecil hidup dalam keprihatinan atau sudah ditinggalkan orangtuanya.

Sedangkan mandiri karena terlatih yaitu seseorang yang sejak kecil sudah diajarkan untuk mengerjakan keperluannya sendiri karena dilatih (dibiasakan) oleh orangtuanya. Kendatipun mereka berasal dari keluarga berada.

Kemandirian memang harus dilatih sejak dini. Anak yang tidak mandiri identik dengan manja dan malas. Mereka mengandalkan orang lain untuk membantu mengerjakan keperluannya, meskipun ia mampu melakukannya sendiri. Ketidakmandirian ini tidak mengenal latar belakang ekonomi keluarga. Banyak anak yang berasal dari keluarga tidak mampu tetapi malas untuk mengubah keadaannya.

Namun, ada banyak anak yang berasal dari keluarga berada mau bekerja dan belajar keras, untuk mencoba segala macam keberuntungan. Misalnya anak-anak yang berani belajar ke luar negeri dan hidup berjauhan dari keluarga.  

Bagaimanakah cara mendidik anak agar mandiri?

1.       Ajaklah anak untuk merapikan barang-barang pribadinya
Hasilnya tentu saja kurang memuaskan, kurang rapi, masih berantakan dan sebagainya.  Hal itu karena anak-anak memiliki keterbatasan kemampuan. Berikanlah pelukan hangat atau pujian ketika ia bersedia mengerjakannya.



2.       Latihlah anak untuk tidur di kamarnya sendiri  
Dengan alasan tidak tega melihat anak tidur sendirian, banyak orangtua yang masih tidur bersama anak-anaknya meskipun sudah hampir remaja. Hal ini sangat disayangkan, selain anak akan selalu merasa khawatir jika jauh dri orangtuanya juga aktifitas orang dewasa akan terlihat oleh anak.



3.       Latihlah anak untuk mandi dan BAB sendiri
Biasakan anak untuk mandi dan BAB di kamar mandi sendiri. Tentu saja sesuaikan dengan usia anak. Meskipun hasilnya kurang memuaskan lambat laun anak akan terlatih dan mengerti bagaimana cara membersihkan diri dengan benar.

4.       Ajaklah anak untuk mengatur waktunya sendiri
Biasanya anak tidak ingin dibatasi aktifitasnya, terutama ketika bermain. Tetapi hal itu tidak boleh dibiarkan tanpa batasan waktu. Berdiskusilah dengan anak untuk mengatur waktunya, misalnya jadwal bermain, mandi, tidur dan lain sebagainya.

5.       Jangan mengerjakan tugas sekolah milik anak
Dampingi dan ajarkan menyelesaikan tugas sekolahnya. Jangan sekali-kali orangtua yang mengerjakan tugas sekolah anak-anaknya. Misalnya tugas pra karya, meskipun hasil kerajinan tangannya kurang memuaskan, tetapi hasil dari pekerjaannya sendiri. Beri dukungan dan pujian bahwa kelak anak akan mampu mengerjakan yang lebih baik.

6.       Ajarkan anak untuk memilih dan memakai pakaiannya sendiri
Kebiasaan ini penting sekali, karena bisa melatih rasa percaya diri pada anak. Biarkan anak memilih pakaian yang akan dikenakan. Jangan sekali-kali mengatakan pilihannya jelek dan tidak pantas. Untuk mencegah anak salah memilih pakaian, kondisikan ia berada pada jenis pakaian yang layak dan pantas dikenakan.

7.       Ajarkan anak untuk meminta maaf
Selaku orangtua tentu saja pernah melakukan kesalahan, ketika hal itu terjadi jangan sungkan untuk meminta maaf terlebih dahulu. Dengan demikian cara Anda mendidik sudah diiringi dengan contoh yang baik.

8.       Ajarkan anak untuk berlaku sesuai dengan norma
Jalinlah komunikasi yang baik ketika kita ingin anak-anak bersikap baik dan benar. Ceritakan padanya tentang kisah-kisah tauladan yang pernah terjadi di masa lalu. Tokoh-tokoh yang berjasa dalam berbagai bidang paling cocok untuk dijadikan contoh nyata.

9.       Ajarkan anak berhemat dan menabung
Jangan biasakan untuk selalu mengabulkan permintaan anak, apalagi jika hal tersebut bukan kebutuhan utama. Latihlah anak untuk bersabar dengan cara menabung dari uang sakunya.
Hal ini tidak ada kaitannya dengan pelit. Bukankah uang saku yang diberikan merupakan bukti bahwa orangtua memperhatikan keperluan anak di luar kebutuhan utamanya?






Anak-anak yang sudah terlatih untuk mandiri biasanya punya sikap dalam menentukan pilihannya. Mereka berani untuk bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan. Mereka juga tidak bergantung kepada keputusan orang lain.

Melatih anak untuk mandiri memang bukan perkara yang mudah. Butuh waktu bertahun-tahun dan kesabaran yang tinggi. Kedua orangtua harus bekerjasama dan menjalin kekompakan. Semua aturan yang direncanakan tidak akan berhasil jika hanya satu pihak  saja yang berusaha.

Jika kita ingin menerapkan suatu aturan, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan pasangan. Diskusikan mengenai cara, pembagian tugas dan resiko yang akan dihadapi. Hindari perbedaan aturan di depan anak-anak. Karena jika hal itu terjadi, anak-anak sulit untuk mengikuti salah satunya. Keberhasilan dalam melatih kemandirian akan terlihat ketika anak-anak sudah remaja. Mereka tumbuh menjadi generasi yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.

Jangan pernah berputus asa, mari kita terus belajar dan berpraktek menjadi orangtua yang tidak sekedar baik tapi menuju benar.

Semangat!!




Foto-foto dari pixabay.com



   

You May Also Like

0 komentar