Total Tayangan Halaman

Seberapa Asyik Hubungan Anda dengan Pasangan?

by - Januari 19, 2018

                    Hei, man..i love you...😘😘

Emm...jangan tertawakan ketika saya mencoba membahas chemistry pada suami istri ya? Saya sulit untuk menerangkannya secara ilmu psikologi. Tetapi akan saya ceritakan bagaimana kondisi tek-tok, nyambung dan sejalan dengan pasangan itu sangat mengasyikkan.

Chemistry dengan pasangan tidak ditinjau dari seberapa lama pernikahan sudah terbina. Tidak juga berlandaskan dari bagaimana hubungan pernikahan itu diawali. Banyak pasangan yang sudah saling kenal dan dekat bertahun-tahun, ketika menjadi pasangan suami istri akhirnya bubar jalan. Dan tidak terhitung banyaknya dari mereka yang diawali dari perjodohan ternyata langgeng sampai anak cucu.

Kalau menurut saya pribadi, hubungan bisa bertahan sedemikian lama karena keduanya merasa nyaman dan saling membutuhkan. Rasa nyaman bisa hadir bukan karena pasangan memiliki paras yang demikian rupawan, tetapi bagaimana ia bisa menjadi pasangan yang nyambung jika diajak bertukar pikiran.

Pasangan tidak akan mencari teman curhat yang lain selain dari diri pasangannya. Seberapa kesalnya kita dengan sikap pasangan, tidak akan pernah terkatakan pada orang lain, tetapi langsung menegur kesalahan itu langsung pada yang bersangkutan.

Ada banyak definisi bahwa Anda memiliki chemistry yang kuat dengan pasangan. Dari hasil membaca dan menyocokkannya, kira-kira kejadian di bawah ini bisa dipaksakan bahwa saya dan suami punya chemistry. Anda mungkin tidak akan setuju. Bisa juga menduga bahwa yang saya tulis ini lebay. Tapi sekali lagi saya tekankan bahwa ini based on the true story. Jadi suka-suka saya, namanya saja saya suka. *klik ke status lain, sebel!!

Dia adalah manusia teristimewa  

Stt...di luar yang wajib-wajib ini ya. Tentunya dia istimewa sebagai pasangan hidup.

Dia selalu mengistimewakan kita, orang lain tidak ada apa-apanya. Pasti Anda tidak suka  jika ia memperlakukan kita sama dengan perempuan/laki-laki lain? Memangnya kita apaan?
Masa iya dia juga ngomong mesra dengan perempuan lain? Masa iya dia janji-janji ketemuan dengan perempuan lain? Anda kira nggak ada? Banyaaaak...

Ada banyak laki-laki/perempuan kalau bicara dengan orang lain, yang terlihat tampan/cantik lantas bicaranya distel-stel. Ketika bicara dengan pasangan sendiri terlihat biasa atau kadang jutek. Ini sudah nggak pas, jelas bikin cemburu dan panas hati, bukan?

BIG NO-lah...tegur langsung jika Anda tidak suka, sembari hadapkan tubuhnya ke tubuh Anda.

“Hei Mas...ini istrimu loh,”

“Hei Dik, ini suamimu loh,” hihihi...awas digabrug, ya?

Kita nyaman berada di dekatnya

Meskipun sudah puluhan tahun hidup menjadi pasangan suami istri, masihkah Anda merasa hampa jika ia tiada? Nah...ini selalu saya rasakan kalau suami sedang dinas.

Bahkan melakukan aktifitas rutin yang sudah beratus kali kami lakukan, tetap bukan hal yang membosankan. Meski cuma motoran pelan-pelan di hari libur dan makan bakso di tempat yang sama, selalu hal itu menjadi moment yang menyenangkan bagi kami.

Apakah tidak ingin mencoba hal-hal baru?

Seringlah, tapi entah mengapa keinginan itu selalu ingin dimulai jika bersamanya. Jika ia tidak berkenan kita juga tidak merasa nyaman melakukannya. Seperti ada bagian hati yang tertinggal, semacam perasaan bersalah,”Coba kalau bersamanya, kan lebih menyenangkan?” itu maksudnya.

Ratusan kali diajak ngebakso, bahagianya masih tetap seperti kala pertama 😂😂


Dia teman bicara yang asyik

Dulu, yang pertama kali membuat saya tertarik pada suami, kalau bicara dengannya nyambung. Soal tampan, harta dan lain-lainnya tidak dalam kategori yang saya pandang dari beliau. Dia orang yang asyik diajak bicara apapun. Diajak bicara agama oke, ngomongin politik asyik, ngomongin musik tahu, bahkan lagu-lagu kegemaran kami banyak yang sama. Mungkin karena doi suka baca ya?

Tapi saya paling tidak suka ngobrolin olahraga. Dan sekarang dia sudah punya teman ngobrol untuk yang satu ini, anak lelakinya. Tapi dia nggak nyambung kalau diajak ngomongin orang. Iya ini serius...selalu diam tak bereaksi, kadang malah ditinggal pergi, saya jadi keqi, wkwkwk...

Jujur

Sudahlah tutup buku saja kalau pasangan Anda tidak jujur. Ngenes boo...
Tapi tergantung Anda juga sih, ada versi ketidakjujuran yang masih dimaafkan oleh pasangannya. Misalnya nih ya, pasangan suka main mata sama orang lain, tapi masalah keuangan dia jujur sekali. Katanya slip gaji selalu diberikan bulat-bulat.

Memangnya itu jujur? Ya bisa jadi. Wong ada kok pasangan yang punya slogan begini, “Yang penting pulang masih lakik awak!”

What?! Serius? Ya seriuslah, pernah berbincang langsung kok. Tapi saya kira hal itu untuk mengungkapkan kejengkelan yang sudah tidak tertahankan, bukan? Saking sudah kebalnya disakiti akhirnya keluar sikap ndableg.

Tentu saja kita menginginkan kejujuran secara keseluruhan. Pasangan suami istri wajib saling terbuka untuk segala hal. Dia teman bicara, dia teman diskusi, dia juga teman berbagi suka dan duka. Jika dia sakit maka kita turut terluka. Jika dia bahagia kita juga ikut tertawa bersama.

Jadi saya tidak setuju tuh kalau ada yang bilang,”Biarlah aku menderita asalkan engkau bahagia,” loh, memangnya kita posisinya sama dengan seorang asisten rumah tangga?

Jadi diri sendiri

Kalau versi saya dan suami, beliau tidak pernah memaksa harus pakai ini-itu agar menyenangkan hatinya. Menurutnya, saya boleh tampil sesuai dengan keinginan hati, asalkan saya nyaman dan percaya diri. Sebab dia mengenal saya memang dalam keadaan seperti sekarang.

Saya izin tidak pakai make up, dia jawab memang dulu juga polosan saja, kenapa sekarang harus? Saya pakai baju model ini atau itu, dia tidak pernah protes, asalkan tahu aturan dan aurat tetap tertutup. Masalah warna, model dan lain sebagainya terserah pilihan sendiri.

Tapi kalau saya sering nyinyirin gayanya. Saya nggak suka kalau rambutnya pendek, makanya keseringan doi manjangain rambut. Kalau sudah kegerahan sekali barulah pangkas. *bini otoriter

Memiliki banyak persamaan

Sering saya baca status teman-teman yang tiba-tiba tanpa diminta suaminya belikan sesuatu yang semula cuma sebatas terlintas olehnya. Nah...kalau kami sering sekali mengalami kejadian itu.

Yang paling gres itu kemarin, ketika beliau pulang dari perjalanan dinas, ketika buka bagasi mobil saya melihat ada Roti ‘O di sana. Duh surpraise sekali. Tadinya, dalam hati, sebelum beliau tiba di rumah saya sempat kesal pada diri sendiri, karena lupa pesan belikan roti sejenis, boleh Roti ‘O atau Roti Boy-lah. Di kepala sudah kepikiran, “Dimakan sembari minum teh panas enak nih, tapi kenapa tadi lupa bilang ya?”

Lalu apa nggak senang ketika benda yang diharapkan ada tanpa diminta? Ih kenapa doi tau aja ya? Kan nggak dibilang, nggak biasanya juga saya minta dibelikan oleh-oleh, apalagi cuma roti?

                        Teman ngeteh...😂😂

Terus, pernah nggak Anda menyanyikan lagu yang sama tanpa dikomando? Kalau kami sering.  Tiba-tiba dia nyanyi-nyanyi jelek (memang suara Abang selalu fals, hahaha...) lagu yang saya nyanyikan dalam hati. Kan lucu ya, kita bersenandung dalam hati dan ditranslate oleh suara suami? Seru dan bikin ngakak.

Kami juga sering merasa lucu atas suatu kejadian, lalu senyum diam-diam tanpa saling bicara apapun. Cuma saling mengerling lalu dibahas ketika sudah ada waktu untuk bicara bebas.

Tentu saja masing-masing pasangan punya gaya sendiri dalam membangun sebuah hubungan. Masih banyak kisah-kisah manis yang mereka usahakan demi tetap menjaga keharmonisan rumah tangga. Chemistry bisa terbentuk karena kedua belah pihak merasa nyaman dan saling menghargai.

Tetap semangat ya...jangan lupa bahagia..









   

You May Also Like

19 komentar

  1. Setujuu sekali Mbak Sri.. Chemistry bisa terbentuk karena kedua belah pihak merasa nyaman dan saling menghargai...
    Siip, harus belajar banyak sama senior ini sayaa..hahaha
    Semoga langgeng dunia akhirat ya mbak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe..testimoni ni ceritanya?
      Kita mah cuma menang start aja kali sama pengalaman, kalau kechemistryannya saya yakin banyak yg tipsnya lebih oke :D

      Hapus
  2. Setuju soal kejujuran, itu nomor 1 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena jika pasangan tidak jujur, RT akan diliputi ketidakpercayaan terus menerus. Capek kan?

      Hapus
  3. Chemistry membuat suami istri merasa saling membutuhkan satu sama lain, kadang muncul kesamaan-kesamaan sepele tanpa dibicarakan sebelumnya, tapi itulah bumbu-bumbu cinta dalam rumah tangga. Misal ketika saya menginginkan makanan tertentu, tapi mau minta segan karena saat itu kondisi penghematan, ehh tiba-tiba pas pulang suami membawa makanan yang kita inginkan, niat beliau sih ingin memberi kejutan. Ahhh indah sekali rasanya, tak saling berbicara, namun hati saling terpaut 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaah....itu yang sering saya rasakan. Bahagia karena bahasa kalbu bisa tertangkap

      Hapus
  4. Chemistry for chemistry :D kebetulan saya dan suami sama2 orang kimia he. ya, untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan nyaman memang kuncinya adalah saling menyatukan hati alias membangun chenmistry tadi ya :D meskipoun saya dan suami skrg masih harus LDR, tp semoga kami bisa selalu menjaga chemistry ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiinn...semoga segera bisa bersama-sama kembalu. Chemistry tetap bisa terbentuk meski berjauhan, saling merindu salah satunya..

      Hapus
  5. Ihirrr, kisah manisnya bikin yang jomblo jadi pengen membangun chemistry juga deh sama yang halal...😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segeraaaa....hahaha...
      Semoga jodohnya semakin dekat ya?

      Hapus
  6. Saya bacanya sambil agak mikir. Ada nggak ya? Hahahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adalah, hanya belom terasa ke hati...sudah berapa lama emangnya?:D

      Hapus
  7. Chemistry yg luar biasa. Baca jadi senyum-senyum sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang lebih dahsyat saya kira. Masing-masing punya style sendiri, yakan?

      Hapus
  8. Masih asyik dan pengennya selalu begitu hingga tua hahahaha. Aku sering menyesuaikan dengan karakternya jika lagi moodyan lebih banyak diam dan menunggu hingga lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang memang harus punya trik sendiri menghadapi pasangan. Seiring tingginya jam terbang, trik pun semakin beragam

      Hapus
  9. Aw aw aw aku suka bahasannya. Emang ya, chemisrry ituu penting banget buat suami istri. Kalau gak ada itu, gimana bisa ada reaksi yang menyenangkan. TFS ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya...
      Chemistry akan terbentuk seiring waktu. Bergantung usaha untuk membina hubungan yang nyaman dengan keterbukaan sebagai fondasinya.

      Hapus
  10. Betuuulll..nyaman, itu yang utama.

    BalasHapus