Total Tayangan Halaman

Melihat dari Dekat KRI Dewaruci di Pelabuhan Penumpang Bandar Deli

by - Desember 07, 2017


                                                Detik-detik kapal mendekati dermaga

Pada tanggal 6 dan 7 Desember 2017, KRI Dewaruci bersandar di dermaga Pelabuhan Penumpang Bandar Deli Belawan. Berita ini membuat saya antusias untuk bisa menyaksikan secara langsung bentuk kapal yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia tersebut. Kapal layar milik Angkatan Laut Indonesia ini memang sangat fenomenal. Usianya sudah 64 tahun tapi  masih sanggup berlayar mengelilingi samudera luas.

Jam berlayarnya cukup jauh, berbagai negara sudah dikunjungi, penghargaan bergengsi juga pernah diraih oleh kapal buatan Jerman tersebut. Melihat kondisi fisik kapal, kita sulit percaya kalau usianya sudah 64 tahun, karena kondisinya masih terlihat kokoh dan terawat. Tentu saja hal ini berhubungan dengan rasa cinta para awak kapalnya terhadap kapal tersebut. Mereka merawatnya dengan teliti dan seksama. Ketika menapaki geladak kapal bagian atas, akan terlihat bagian lantai kayunya yang sangat bersih.




                                           Bagian-bagian kapal yang masih terawat baik

KRI Dewaruci adalah kapal layar buatan Jerman. Dibuat atas pesanan Presiden pertama RI Ir. Soekarno. Pada tahun 1952 pembuatannya dilaksanakan di galangan kapal  Stulchen & John Ship, Hamburg, Jerman, dan tahun 1953 kapal itu tiba di perairan nusantara.

KRI Dewaruci berkapasitas 140 penumpang, memiliki tiga tingkatan dek. Paling bawah untuk menampung air bersih dan bahan bakar. Dek lantai dua merupakan kamar kru dan personel kapal. Dek ketiga adalah anjungan kapal. KRI Dewaruci panjangnya 58,3 meter dan lebar 9,5 meter. Sejak awal  kedatangannya, KRI Dewaruci digunakan sebagai kapal latih taruna akademi TNI Angkatan Laut. Pada tahun 1996, Presiden Soeharto menugaskan KRI Dewaruci agar rutin berlayar menuju belahan dunia sebagai pembawa misi diplomasi ke luar negeri. Tujuannya untuk memperkenalkan budaya dan keanekaragaman Indonesia.




                                                 Acara penyambutan KRI Dewaruci

Kedatangan kapal dengan cat yang masih tetap terawat ini disambut oleh segenap jajaran masyarakat luas. Mulai dari aparat pemerintah, masyarakat umum, sampai murid TK, SD, SMP dan  SMA turut hadir di sana. Tidak peduli panas matahari yang sangat menyengat, semua senang ingin melihat langsung wujud kapal tersebut.



                                                      Yeay...semangat menunggu giliran

Semuanya harus sabar menanti giliran untuk bisa naik ke atas kapal. Masing-masing orang diberi waktu sepuluh menit untuk melihat-lihat dan mengabadikan moment menarik ini. Masyarakat zaman now, semua orang bisa mengabadikan suatu moment dengan kameranya sendiri.

Pelayaran kali ini dinamai Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017. Kegiatan ENJ  merupakan program dari kementrian koordinator Bidang Maritim. Membawa serta siswa/i terpilih dari SMA se-Nusantara untuk berlayar menggunakan KRI Dewaruci.  Murid tingkat sekolah atas tersebut terlihat begitu bersemangat melakukan berbagai atraksi di atas kapal. Mereka berkesempatan menjalani kehidupan di atas kapal meskipun hanya sebentar. Kabarnya tidak lebih dari sebulan waktu yang mereka habiskan untuk mengetahui kegiatan sehari-hari seorang perwira angkatan laut.

           68 siswa/i  SMA dari seluruh Indonesia yang berlayar bersama KRI Dewaruci

Sekilas menurut penilaian saya, mereka terlihat disiplin dan gerak geriknya sudah nyaris menyamai sikap seorang anggota TNI Angkatan Laut. Dalam waktu demikian singkat, mereka sudah berani berdiri pada bagian tiang-tiang layar yang tinggi, bersikap tegak disiplin tak gentar melawan angin. Layaknya seorang ksatria pembela negara, mereka siap mempertahankan wilayah kelautan Indonesia dari Sabang sampai Papua.

Sebenarnya KRI Dewaruci sudah memiliki pengganti untuk mengemban misi dari pemerintah. Kapal tersebut bernama KRI Bima Suci buatan Spanyol. Kapal yang baru saja diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Ade Supandi pada bulan September 2017 yang lalu. Apapun kapalnya, semoga kemaritiman kita bisa lebih baik dari sebelumnya.

Di darat di laut tetap jaya, JALESVEVA  JAYA MAHE!!






You May Also Like

18 komentar

  1. Wah, keren banget Mbak. Pengen liat juga. Cuman aku sampai sekarang masih takut ke Belawan euy. Entah belum berani juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Takut kenapa?
      Tapi kapalnya sudah berangkat menuju Jakarta tanggal 7 kemarin. Kalau mau lihat ke Jakarta ya hahaha

      Hapus
  2. Kapal ini emang keren, awet, kuat ya. Dulu pernah dibahas di buku peljaran Bahasa Indonesia zaman saya SD :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampe sekarang pun kondisinya masih oke. Mereka merawat dengan baik sekali.. ��

      Hapus
  3. Baru tahu kalau Dewa Ruci sudah 64 tahun..:)
    What? Ada program ENJ pula sekarang! Keren..Semoga bisa menyemangati generasi muda untuk cinta dan membela tanah air dan bangsanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artinya 8 tahun sesudah kemerdekaan presiden RI 1 pesan kapal. TNI AL merawat warisan itu dan memanfaatkan nya dengan baik sekali. Hingga 64 tahun usianya masih gagah. Bakal dipensiunkan bukan karena rusak tapi mau dimuseumkan kabarnya.

      Hapus
  4. Ah, keren bisa naik kapal Dewaruci.Aku baru tahu ada program ENJ ini. Anak-anak zaman now harus tahu ini. Programnya kerenlah. Sebulan di kapal bakal mengenal lebih banyak aktivitas AL.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman tak terlupakan tentunya. Belajar disiplin, olahraga, bela diri dan keberanian. Anak muda memang harusnya begitu ya? ��

      Hapus
  5. Wah, senangnya mba, bisa melihat dari dekat kapal perang kebanggaan bangsa kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan kapal peranh Mbak, salah satu tugasnya membawa misi perdamaian. Dewaruci keliling dunia untuk menyampaikan tentang Indonesia

      Hapus
  6. pengen liat dari dekat juga mba, penasaran liat dalemnya.

    BalasHapus
  7. Anak saya ngefans banget sama dewaruci.

    BalasHapus
  8. Wawwwwwwwww udah tua ya ternyata kapanya. Tapi masih keliatan tangguh ya Bun ��. Saya juga pernah naik kapal. Tapi kapal feri waktu pulang dari Bandung ke Padang hihihi

    BalasHapus
  9. Kapal Dewaruci merupakan kapal layar. Penumpangnya juga cuma 140 sudah termasuk awak kapal. Bukan untuk mengangkut penumpang. Dewaruci mengemban tugas negara untuk memromosikan Indonesia ��

    BalasHapus
  10. Kapan ya bisa ke Belawan....🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kapal Dewarucinya sudah tidak sandar di sana

      Hapus
  11. Waah...kalo dekat, saya juga mau lihat penampakan kapal Dewaruci. Keliatan megah ya, Kak. Usianya udah tua, tapi mudah-mudahan masih aman untuk digunakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah aman. Tapi mau dimusiumkan ,sudah lelah ��

      Hapus