Berani Tampil Beda Untuk Menciptakan Trend Positif

by - November 02, 2017



Membahas mengenai seseorang yang punya nyali lebih untuk tampil berbeda, saya jadi teringat teman semasa SMA. Teman saya tersebut laki-laki, punya suara yang bagus, paling senang bernyanyi di depan kelas meniru gaya dan lagu Yana Julio. Kalau teman laki-laki lain, jangankan bernyanyi di depan kelas tanpa ada perintah dari guru, diminta untuk bernyanyi demi nilai kesenian saja mereka malas-malasan. Alasannya tentu saja karena malu.

Teman saya yang satu ini, kadang meniru seorang pemain teater, tertawa keras terbahak-bahak. Pernah suatu hari, ia membawa buku-bukunya dengan kantongan plastik bekas belanja dari sebuah supermarket. Plastik tersebut disambung dengan tali rafia supaya ia mudah mencangklongkannya di bahu. Seisi kelas cuma geleng-geleng kepala, beberapa ada yang kesal melihat gayanya.

Barang-barang pribadi sering ia bawa ke sekolah untuk ditunjukkan kepada teman-temannya. Surat cinta, koleksi hadiah dari orangtuanya, hadiah dari pacarnya, dan benda lainnya ia bawa tanpa merasa canggung. Banyak yang kurang suka dengan tingkahnya, tapi saya dan beberapa teman wanita lainnya kadang kasihan, kami masih bersedia mendengarkan ceritanya meskipun terkadang sebal.

Apakah teman saya itu termasuk seseorang yang memiliki rasa percaya diri tinggi atau memang gemar mencari perhatian ya? Atau ia suka mencari sensasi? Atau memang dia berusaha berbeda dari anak-anak muda pada umumnya? Tapi memang tidak mudah untuk berani tampil beda. Harus kebal terhadap berbagai komentar dari orang-orang sekitar.

Berbicara tentang berani tampil beda, masih ingat dengan penyanyi Nindy Ayunda, kan? Itu lho, seorang artis yang menghadiri pesta ulang tahun anak Krisdayanti dengan mengenakan kimono? Ketika Nindy mengenakan busana pestanya tempo hari, banyak yang membicarakan penampilannya, ia dinilai aneh. Beritanya sempat viral.

Beberapa hari yang lalu, Nindy Ayunda kembali tampil penuh percaya diri  mengenakan tas tangan sulam berbentuk bungkus Indomie goreng. Penyanyi cantik yang satu ini malah semakin pede dengan tampil lebih nyentrik lagi. Ia menghadiri acara Jakarta Fashion Show dengan tas tangan hasil karya desainer Mariko Tampi, keluaran brand lokal bernama Kea. Mariko Tampi memang kerap berkreasi dengan tema-tema unik merek lokal. Karya sebelumnya berupa merk Taro snack dan Panadol. Semoga ide-ide Mariko semakin berkembang dengan ciri khasnya tersebut. seperti karya yang sudah saya sebutkan di atas tadi.

Menurutnya, kalau di luar negeri orang-orang sudah terbiasa dengan penampilan yang unik-unik begitu. Bahkan mereka mengapresiasi cukup bagus jika itu bertujuan untuk memromosikan barang-barang milik negeri mereka sendiri. Iya juga sih, masyarakat kita masih belum terbiasa dengan ide-ide anti mainstream.

Saya pribadi sangat mengapresiasinya, meskipun sebenarnya harapannya lebih tinggi lagi. Misalnya,  sang artis benar-benar berani pakai busana dari bahan daur ulang. Ya mungkin saja pada masa yang akan datang ada desainer Indonesia yang lebih berani dan benar-benar mewujudkannya. Lalu para pesohor negeri ini dengan bangga mengenakannya, tidak merasa risih atau malu.

Bila terobosan dari Nindy ini diikuti banyak pesohor lainnya, saya yakin sekali, busana dengan ide serupa akan segera bermunculan. Bukankah bisnis selalu mengikuti trend pasar? Dan jika trend ini menjadi viral kemungkinan besar masyarakat juga tidak canggung mengenakannya.

Mengapa harus para pesohor yang memulai?

Kalau orang terkenal, misalnya para artis, meskipun ada yang mencibir tetap saja akan menjadi trend. Apalagi jika mereka tetap konsisten dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Contoh trend positif yang sedang marak digarap oleh para artis belakangan ini adalah bisnis kue sebagai oleh-oleh khas daerah.

Beberapa nama artis yang sedang menggeluti dunia bisnis kue di antaranya:

1.       Teuku Wisnu dengan merk Malang Strudel
2.       Dude Herlino dengan merk Jogja Scrummy
3.       Irwansya dan istri dengan merk Medan Napoleon
4.       Zaskia Sungkar dengan merk Surabaya Snowcake
5.       Laudya Cinthia Bella dengan merk Bandung Makuta
6.       Hengky Kurniawan dengan merk Lampung Banana Foster
7.       Glen Alinskie dengan merk Lamington Pontianak, serta masih banyak lagi.

Jadi memang pasar saat ini cukup menyambut positif apa-apa yang berbau kedaerahan. Tiap daerah berusaha untuk menampilkan ciri khasnya masing-masing. Meskipun sejak dulu makanan daerah sudah menjadi ciri khas dari budaya bangsa Indonesia, tetapi jika para pesohor yang memperkenalkan produk kenapa cepat terkenalnya, ya? Contohnya jika produk di-Endoorse para artis, masyarakat berbondong-bondong ingin segera mencobanya.

Untuk menjadi terkenal zaman sekarang ini cukup mudah, tinggal melakukan suatu tindakan yang nyleneh bisa langsung viral di mana-mana. Tapi bukan nyleneh dalam tanda kutip, ya? Sekarang zamannya internet, siapapun bisa nge-share di akun sosial media, tanpa butuh waktu bertahun, seluruh Indonesia, bahkan dunia, akan mengenal Emak. Namun sebisa mungkin, upayakanlah menjadi Trend Setter yang bernilai positif, yang bisa mengainspirasi orang lain bukan sekedar ikut-ikutan.

Makan bersama dengan nasi liwet, sedang trend kan? 😂


Trend positif biasanya berumur panjang. Orang-orang akan mengenang dan menggunakannya dalam jangka waktu yang lama. Tidak ada rasa bersalah jika mengikuti polanya. Berbeda dengan trend negatif, jika pun ada yang mengikutinya, lambat laun perasaan bersalah akan muncul. Hanya dalam waktu singkat trend itu menjadi viral, sesudahnya orang-orang akan mengenangnya dengan perasaan aneh.

Bagaimana menurut Anda?











You May Also Like

22 komentar

  1. Kalau artis ada nilai plus...sudah tenar duluan. Jadi ga perlu susah payah orang ikut, tapi kalau kita perlu branding dulu supaya orang tertarik ikut (ingat-ingat kata cikgu😁)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, personal branding, dan itu butuh waktu. Untungnya ada sosial media, bisa eksis hahaha....��

      Hapus
  2. Tren positif biasanya inspiratif

    BalasHapus
  3. Inspiratif dalam memberdayakan produk unik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia sedang menuju ke sana..

      Hapus
  4. Setuju dengan melestarikan budaya bangsa. Cuma walaupun lagi trend, ke pesta pakai piyama itu menurut saya tetap kurang sopan dan terkesan kuranh menghormati tuan rumah juga. Hihi just my opinion.

    BalasHapus
  5. Viral oke tapi yang positif..Sayangnya kadang viralnya karena ucapan/tindakan negatif.

    Btw, ulasan yang menarik Mbak..Memang trend yang tercipta bisa menyegarkan kelesuan pasar. Juga membuat konsumen punya beragam pilihan produk dan jasa.

    Tapi kalau untuk viral fashion tertentu, kayaknya kalau yang pakai artis ya pantes saja..dan mungkin jadi diikuti. Tapi kalau orang biasa, takutnya malah dikira gila hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk bisa ngetrend harus jadi orang terkenal. Untuk terkenal banyak yang jadi gila dulu. Whahaha...bingung ...��

      Hapus
  6. Betul, buat apa terkenal dengan hal yang negatif. Lebih baik terkenal dengan karya positif yang bermanfaat.

    Memanfaatkan orang yang sudah baik brandingnya untuk memasarkan sebuah produk, memang pilihan tepat. Karena orang yang mengikutinya akan melakukan apa saja seperti idolanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah hati-hati. Kalau baik diikuti orang lain, dapat pahala jariah. Kalau buruk diikutiorang lain juga dapat dosa jariah, begitukah? ��

      Hapus
  7. Yang terpenting selama gaya itu ga melanggar nilai2 agama. Kenapa tidak, ya kita berani tampil beda ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya setuju, pakek banget. Biar budaya kalau gak sesuai agama ya jangan diikiti, cukup dihormati saja, jangan dicela. Bisa jadi mereka dulu menciptakannya mungkin belum paham agama

      Hapus
  8. Tak apalah mengikuti trend asalkan masih dalam kaidah dan norma. Sepanjang bukan pergaulan bebas tak masalah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan...��

      Hapus
  9. Apa yang dilakukan pesohor asal positif pantas diapresiasj.. Tapi jika yang dilakukannya gak baik n ditiru oleh masyarakat banyak n dibilang trend..disitulah sedihnya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar, seperti cinta buta. Meski salah kalau dah cinta tidak bisa dikendalikan. Ujungnya menyesal...

      Hapus
  10. semuanya oke jika di arahkan ke arah yang positf

    BalasHapus
  11. memang biasanya yang tampil beda itu lebih mudah diingat, ya, mbak. tapi lebih baik lagi tampil bedanya itu dalam hal yang positif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar. Kalau yang biasa-biasa saja tidak berkesan ya?

      Hapus