Total Tayangan Halaman

Tentang Secangkir Kopi yang Bisa Meredakan Sakit Kepala

by - November 27, 2017


                                  Sanger


Niatnya sudah kuat, hari ini mau gass poll menghadap laptop. Sabtu dan Minggu nyaris sedikit waktu bersamanya, hari ini (mulai buat artikel ini hari Senin) saya merindukan punya waktu “ketik-hapus” seperti biasanya. Ketik-hapus, maksudnya? Ah you knowlah kalau masalah ini, merintis menulis seperti saya ini selalu kebanyakan salahnya ketimbang benar ketika menuangkan ide ke dalam tulisan.

Sabtu dan Minggu itu waktunya suami dan anak leleyehan di rumah. Saya suka sayang melewatkan kesempatan ini. Ngapain juga duduk sendiri, sementara ada dua orang yang bisa diajak bertukar cerita? Saya paling suka bersama mereka, meskipun sekedar duduk-duduk manis, tidur-tiduran, apapunlah, yang penting tidak menghabiskan waktu sendirian.

Tapi rencana tinggallah rencana, hingga siang hari, tidak ada satu kalimat pun bisa saya hasilkan. Hari ini sejak pagi kepala saya nyut-nyutan di bagian tengah atas. Kalau masih bisa diajak beraktifitas, mungkin saya tidak akan terganggu. Beberapa waktu lalu saya pernah mengalami peristiwa semacam ini, kepala terasa tidak nyaman, dicuekin saja lama-lama hilang sendiri. Karena berdenyut terus-menerus, saya putuskan dibawa tidur, siapa tahu hilang pusingnya, bangun-bangun sudah segar. Tapi ternyata salah, sampai tiga kali bangun-tidur, kepala masih berdenyut juga. Saya bertahan tidak mau minum obat pereda sakit kepala. Usahanya yang saya lakukan cuma mengolesi bagian kening dan tengkuk dengan minyak freshcare. Seharian ini hampir tidak bisa duduk dengan kepala tegak meskipun posisi tubuh sudah sempurna di kursi.

Di kepala saya sudah ada rencana menyeduh kopi, kebetulan seharian ini belum minum barang segelas pun. Suami pernah punya pengalaman merasa pusing, minum segelas kopi pusingnya hilang. Saya juga pernah sekali mengalaminya. Saya akan membuktikannya lagi hari ini, tapi menunggu setelah sholat Ashar, ngopi sorelah ceritanya.

Saya memang suka kopi, tapi tidak pernah lebih dari segelas dalam satu hari. Kalau tidak minum juga tidak apa-apa. Tidak ada efek yang ditimbulkan pada kesehatan saya, misalnya merasa pusing atau sangat membutuhkannya seperti orang kecanduan. Berhari-hari enggak ngopi juga santai saja.

Mungkin kesukaan saya terhadap kopi masih tahap iseng. Belum bisa disebut “coffe addict”. Yang saya sukai bukan kopi hitam, harus ditambah creamer atau sedikit susu kental manis (sanger istilah kopi Aceh). Kalau pengopi sejati kopinya  tanpa gula sedikit pun, warnanya juga hitam pekat. Tapi menurut mereka, kopi seperti itulah yang nikmat. Duh, saya belum sekaliber ini tingkatnya. Meneguk kopi buatan suami pun belum berani banyak-banyak, soalnya masih terasa pahit dan asam di lidah saya.

Lalu, apakah benar sesudah minum kopi rasa pusing saya hilang? Entah sugesti atau memang memang benar kopi bisa menghilangkan pusing, tapi Alhamdulillah pusingnya hilang. Kepala saya tidak lagi berdenyut. Sore hingga malam ini saya merasa segar, bisa mengetik lagi.

                            Teman duduk


Pernah dua kali mengalami kejadian serupa, tidak berlebihan rasanya kalau saya ingin tahu penyebabnya. Banyak ulasan yang merujuk pada efek positif pada minuman beraroma menyegarkan ini. Diantaranya, kopi diduga mampu mengurangi resiko terserang diabetes tipe dua yang biasa menyerang lansia. Kopi juga mencegah penyakit Alzheimer dan Parkinson. Hmm....

Bagi sebagian orang, mungkin juga termasuk saya, kopi bisa menyegarkan tubuh dan pikiran. Penyebabnya adalah karena  kopi memiliki kandungan kafein. Salah satu fungsi dari kafein yaitu, mengecilkan pembuluh darah sehingga dapat meredakan sakit kepala. Namun, bukan kafeinnya yang memegang peranan, tetapi di dalam kopi terdapat antioksidan. Kafein di dalam kopi dapat merangsang saraf yang mampu mengaktifkan kerja jantung, meningkatkan sirkulasi darah dan menyuplai oksigen ke otak. Karenanya, sesudah meminum kopi tubuh merasa bugar dan kembali mampu berpikir dengan baik. Kafein juga membuat kita lebih bersemangat dan meningkatkan konsentrasi dalam mengerjakan pekerjaan.

Namun, meskipun banyak manfaatnya, tidak dianjurkan mengonsumsi kopi untuk pengobatan. Karena kafein juga memiliki efek samping seperti jantung berdebar, sering buang air kecil, mual, diare, susah tidur, dan penyakit lainnya.

Minum kopi sebanyak dua gelas sehari masih dinilai aman, namun efek yag ditimbulkan pada setiap orang berbeda-beda. Bagi yang tidak terbiasa, minum setengah gelas saja sudah susah tidur. Tapi yang setiap hari minum kopi, dua atau tiga gelas pun tidak ada pengaruhnya, tetap ngantuk dan bisa tidur nyenyak. Jadi minumlah kopi sesuai batas aman yang dianjurkan.












You May Also Like

8 komentar

  1. saya termasuk coffe addict mbak, sehari harus minum kopi minimal 1 gelas, kalau nggak ga bakal bisa kerja, sakit kepala soalnya hahahaa dulu sehari bisa 3 gelas, tapi lama2 saya kurangi, saya siasati dengan teh pahit, karena saya butuh asupan kaffeinnya bukan gula nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow...berarti baik kopi maupun tehnya pahit dong ya? Saya harus ditambah gula, tapi juga tidak terlalu manis. Bagi yang sudah addict memang pusing kalau gak minum ya?

      Hapus
  2. Nanti coba saya praktekin deh, mb. Biasanya kalo pusing, saya pijetin kepala, tengkuk sama refleksi di kaki. Saya emang bukan penggemar kopi, tapi mau juga minum kopi creamer. Gak pernah menyediakan stok kopi di rumah,suami juga gak penggemar kopi. Teh ada cuman buat tamu sama buat campuran cat rambut suami. Kami gak minum teh. Paling sebulan sekali ngeteh klo pengen, Mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duuh...benar-benar low sugar yah? Ngopi asyik, apalagi aromanya pas baru diseduh, wow..��

      Hapus
  3. Aku juga suka ngopi mbak-e. Tapi sekarang pilihnya kopi item yang murni. Lebih mantep dan lebih nyaman di lambung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya kudu di mix-mix gitu, dulu iya kopi item��

      Hapus
  4. Kopi dan sakit kepala..memang cocok kali!

    Dulu jaman muda (hahha) kuat 2-3 gelas kopi (lebih sering hitam) dalam sehari. Makin berumur, lambung nggak kuat lagi..Jadi lah segelas sehari cukup. Tapi kalau hari itu absen, kepikiran..apa ya yang belum dilakukan..kwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2-3 kali sehari? Wow...amazing, saya sejak muda tak branilah segitu mak cik..��
      Eh iya kayaknya, ada tanda-tanda kecarik an nih saya...

      Hapus