5 Manfaat Ngeblog Untuk Emak-Emak Rumahan

by - Oktober 10, 2017


                                 travelling sesekali enggak bisa dijadikan nichelah, wkwkwk...


Sebenarnya punya blog sudah lama, pas awal-awal bergabung di grup IIDN. Ikut kelasmenulis artikel di sana, bahkan sempat diberi job review segala. Tapi saya belum paham seluk beluk job. Tepatnya saya enggak mau tahu deng. Kesana kemari belajar macam-macam, tapi semuanya masih berkaitan dengan menulis juga kok. Belum fokus dan belum tahu maunya kemana. Tapi semua proses belajar itu saya syukuri, tidak ada yang tidak berguna. Karena semuanya masih saling berhubungan.


Beberapa kali gonta-ganti nama blog. Asli enggak tahu kalau itu berpengaruh pada pencarian di mesin google. Belum paham juga kalau pakai blog berbayar itu akan terlihat lebih professional. Bahkan belum terbuka pikiran untuk bergabung di grup blogging manapun. Padahal IIDN sudah membuka jalan luas bagi saya. Terbukti beberapa teman yang serius dan fokus blognya sudah menghasilkan dan semakin keren saja ilmu ngeblog mereka. *tidak usah sebutin nama yaaa....

Baru  belakangan ini beli domain blog, tapi belum juga punya misi dan visi. Baru beberapa hari ini saja tiba-tiba kepikiran untuk menulis aktif di blog karena merasa sudah tahu apa maunya diri ini (semoga istiqomah). Maksudnya, fokus untuk menulis apa. Sempat buat blog baru lagi dua kali, sudah berdomain, tapi banyak masalah pada tampilannya. Baru blog cintaputih.com inilah yang niatnya akan saya pelihara sebaik mungkin. Berusaha rutin menulis, mengoleksi artikel sebanyak mungkin.

Lalu apa sebenarnya manfaat ngeblog buat saya? Secara pribadi, manfaat ngeblog bisa saya bagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

Meninggalkan jejak tulisan   
Berbagai peristiwa yang belakangan ini terjadi, yang saya alami, baca dan dengar, menjadi ide untuk dijadikan tulisan. Semua yang terekam dalam otak, saya pindahkan menjadi sebuah artikel. Kelak, meskipun saya sudah tiada, keturunan saya bisa membacanya. Syukur-syukur bisa bermanfaat, jikapun tidak, ya setidaknya mereka tahu bahwa mamanya pernah menulis.
Bila mengingat hal ini, banyak peristiwa di tahun 2104 yang saya lewatkan untuk ditulis, hiks...

Pengganti buku harian
Sejak remaja selalu menulis di diary, naik turun semangatnya ketika sudah berumah tangga, karena kesibukan mengurus anak-anak. Sekarang ingin mencatat kembali peristiwa yang bisa diambil hikmahnya ke dalam blog.

Bergabung dengan komunitas positif
Dengan aktif menulis di blog, membagikannya di komunitas blogger, dengan sendirinya saya juga menerima berbagai masukan ilmu ngeblog. Banyak sekali manfaat dari grup-grup blogger ini. Semua yang dituliskan di blog mereka adalah info dan ilmu yang berguna. Berbeda dengan akun Facebook,
Komunitas blogger menjadi oase di tengah padang keruwetan pemikiran akibat terbaca postingan penuh provokasi tersebut. * terbaca ya...bukan sengaja membaca, karena membaca judulnya saja sudah ngeri.

Menjaga semangat menulis
Terus terang saya orangnya ngot-ngotan *apasih ini?
Karena sifat jelek inilah, semangat menulis saya sering kedodoran. Masih susah melawan rasa ngantuk dan leyeh-leyeh. Ditambah lagi kadang-kadang sedang ingin nulis ini, nulis itu, semua mau ditulis, tapi waktu terpotong dengan berbagai kegiatan ala emak-emak sok sibuk. Setiap hari menulis memang, tapi bisa berkelana kemana-mana, kadang blog sering dilupakan.

Me time
Dari sederetan aktifitas saya menjadi ibu rumah tangga, semuanya saya jadikan kewajiban. Jadi deretan aktifitas itu saya nomorsatukan. Maka untuk bersenang-senang cara saya sendiri, menikmati hobi pribadi saya, ya dengan menulis. Saya senang menulis, meskipun tak kunjung indah hasil tulisan saya. Tapi saya bisa merasa memiliki waktu pribadi dengan menulis.

                                                                             Me time....


Itu saja dulu manfaat ngeblog buat saya. Kalau melihat teman-teman yang blognya sudah menghasilkan, tentu hal itu menjadi pelajaran bagi saya. Saya salahkan sendiri diri ini yang telah lama mengabaikan dan telat belajar. Teman-teman sudah melesat jauh, itu karena usaha mereka untuk merawat blognya juga tidak semain-main saya. Mereka serius dan terus menambah ilmunya.

Belajar dari merekalah saya ingin bisa konsisten menulis. Mereka juga emak-emak, bahkan ada yang punya karir di luar rumah, punya anak juga, bahkan ada yang tanpa ART, tapi terbukti bisa.
Tentu saja goal saya tidak muluk-muluklah, cukup bisa konsisten. Soal niche blog juga saya harus sadar diri, melihat apa yang bisa saya lakukan saja. Jadi beauty blogger tidak mungkin kayaknya, wong saya orangnya enggak paham soal pernak-pernik perawatan kecantikan. Konon lagi menggunakan dan tahu merek kosmetik ternama? Tapi saya suka bewe-bewe ke blog dengan niche itu. Melihat orang bisa menjadi lebih cantik akibat polesan kosmetik itu ternyata lucu dan seru. Tepatnya amazinglah...

Juga traveller blogger, kayaknya sulit juga kalau membahas itu, soalnya enggak bisa cuma modal browsing doang. Anehlah menulis tempat wisata kalau tidak pernah mengunjunginya. Sering sih berlibur ke lain tempat, tapi tentu saja bersamaan waktunya dengan liburan anak sekolah. Masa iya blognya diisi per enam bulan sekali? Bisa jadi rumah tualah, serem kan? Atau foto-foto yang diposting dari zaman beheula? Jangan-jangan tempat dan sistemnya sudah berbeda, kan progress wisata kita itu terus diupgrade? Menurut Anda aneh enggak sih posting tulisan dan gambar travelling dari zaman anak masih piyik-piyik? Nah ini yang membuat saya tarik diri jadi traveller...* hallah sok

Parenting? Hmm...sebenarnya bisa, tapi anak-anak sudah besar-besar. Mereka protes kalau ditulis masa-masa lucu dan ngeselin mengasuh mereka. Kalau dulu, sewaktu si bungsu masih usia SD, tanpa diminta foto sendiri, lalu tertawa-tawa kalau dijadikan tulisan. Kalau sekarang, melihat foto-foto cupu mereka, malah ngatai diri sendiri,”Ih, kok dulu mau ya foto lebay gitu, Ma?”

Kisah parenting, rumah tangga, sosial, kesehatan, saya rangkum saja menjadi blog lifestyle. Jadi saya berusaha untuk menuliskannya dari sudut pandang kehidupan sehari-hari. Salah ya kalau menurut ilmu perbloggingan? Jika ya,  sembari jalan saya akan terus memperbaiki diri.

Terkait masalah penghasilan dari blog? Ah saya cuma belajar dari para senior blogger, bahwa mereka memulainya tidak dengan cara yang instant. Mereka menulis artikel banyak-banyak, terus memperbaiki tulisan dan serius merawat blog, hasil biasanya tidak mengkhianati usaha, bukan? *blog akuh masih belasan artikelnya, mereka ratusan...

Ah apapun itu, saya hanya mencoba berusaha yang terbaik. Kalau hasil saya serahkan kepada Allah saja. Sudah banyak hal-hal baik yang saya dapatkan di dunia ini, masa urusan menulis membuat saya mengingkari banyak rezeki yang lain? Tidak, Allah tahu dan adil dalam membagi rezeki tiap-tiap hambanya.

Tulisan ini bagian dari even KEBBloggingCollab kelompok Dian Satro dengan trigger dari Mbak Firsty bisa Anda baca di sini




You May Also Like

13 komentar

  1. trimakasih karena telah berkunjung di blog ini

    BalasHapus
  2. bagi saya ngeblog itu mengganti me time dan menjaga kewarasan, dulu zaman sekolh saya suka nulis diary, dan sekrang zaman semakin canggih jadi catatan hariannya di tulis di blog saja :-)

    BalasHapus
  3. Saya ngeblog juga me time dan berbagi ilmu dan pengalaman

    BalasHapus
  4. Wah tosslah kita, enak ya hobinya jafi me time, positif lagi...👍

    BalasHapus
  5. ngeblog buat aku awalnya buat curhat dan nambah pertemanan. sekarang ngeblog bisa nambah wawasan dan juga belajar untuk berbagi hal positif

    BalasHapus
  6. Terutama buat me time..Saya orangnya rumahan soalnya, jarang ngopi sana sini hihihi..

    Sukses buat semangat ngeblognya, Mbak Sri :)

    BalasHapus
  7. Hihihi... Ya namanya juga usaha dik..😀

    BalasHapus
  8. akupun juga, dengan menulis bisa bergabung dengan komunitas yang memiliki misi dan visi sama, mencari ilmu dan pengetahuan, bonusnya pertemanan dan materi. Hihiihi

    BalasHapus
  9. Udah dapet materi ya...mantab deh...

    BalasHapus
  10. Me time dan jadi bentuk aktualisasi diri buat saya, mb. Dengan menulis dan bergabung dengan komunitas yang sehobi, membuat saya selalu belajar. Yang paling penting saya jadi jauh lebih bahagia

    Salam kenal, mb

    BalasHapus
  11. Wah toss samaan nih alasan ngeblognya. Tp soal traveling ga selalu nulis yg jauh. Yang deket2 juga bisa. Atau malah jadi trigger jd pengen jalan-jalan mulu ��

    BalasHapus